Ini Program-program untuk Menggenjot Realisasi Belanja Pemerintah

Kompas.com - 21/08/2020, 15:49 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/3/2020). ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIMenko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/3/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tengah fokus mengakselerasi realisasi anggaran program-program strategis penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) serta program di kementerian/lembaga.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, langkah tersebut dilakukan guna mempercepat pemulihan Indonesia dari pandemi Covid-19.

Menurutnya, salah satu langkah untuk merealisasikan hal tersebut ialah melalui percepatan realisasi belanja pemerintah dan program strategis jangka pendek untuk mendorong percepatan realisasi anggaran.

Baca juga: Kembangkan Food Estate, Kementan Garap 30.000 Hektar Lahan di Kalteng

Percepatan belanja pemerintah diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 dan pertumbuhan ekonomi tahun 2020.

“Tidak lupa, kami juga menyiapkan sistem monitoring dan evaluasi yang rutin dan secara regular dilaksanakan koordinasi untuk percepatan realisasi belanja ini,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (21/8/2020).

Lebih lanjut, Airlangga menjabarkan, program-program yang tengah disiapkan guna menggenjot penyerapan anggaran antara lain, pinjaman PEN daerah yang diatur, tambahan dana insentif daerah (DID) untuk program PEN, program padat karya peremajaan sawit rakyat (PSR).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Mulai 1 Oktober, Kredit Kendaraan Listrik Bisa Tanpa Uang Muka

Pemerintah juga menyiapkan pengembangan desa digital dan UMKM digital, penambahan kuota alokasi program kartu prakerja, program gerakan belanja di pasar rakyat, serta program padat karya dalam pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Sementara itu, sejumlah kementerian dan lembaga juga mengajukan beberapa usulan program, yakni, Program Bangga Buatan Indonesia, Program Beli Karet untuk Aspal 2020-2021, Program Beli Bahan Baku Industri Kecil dan Menengah, Program Beli (Discount) Produk UMKM, Program Beli Produk Rakyat melalui Pegadaian, serta Program Padat Karya Penyangga Wisata.

"Usulan-usulan program tersebut diajukan karena memenuhi kriteria, mendorong pemulihan ekonomi, berdampak signifikan terhadap penyerapan pekerja (padat karya), maupun share pertumbuhan ekonomi, dan Nilai programnya yang cukup besar," ucap Airlangga.

Baca juga: Pemerintah Akan Lelang SUN Maksimal Rp 40 Triliun, Ini Jadwalnya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.