Tata Dulu Infrastrukturnya, Baru Promosi Besar-besaran

Kompas.com - 21/08/2020, 16:17 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam Konsultasi Regional (Konreg) PUPR 2020 di Manado, Senin (2/3/2020). Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam Konsultasi Regional (Konreg) PUPR 2020 di Manado, Senin (2/3/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) tengah melakukan pembangunan infrastruktur Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo, NTT. Labuan Bajo memang dirancang menjadi salah satu destinasi wisata premium, sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, untuk menjadi wisata kelas premium, pembangunan infrastruktur di Labuan Bajo harus terpadu dari hulu hingga hilir. Penataan yang terpadu membuat wisatawan mau kembali berkunjung ke Labuan Bajo.

“Pertama yang harus diperbaiki adalah infrastrukturnya, kemudian amenities dan event, baru promosi besar-besaran. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul," kata Basuki dalam siaran pers, Jumat (21/8/2020).

Baca juga: Ini Program-program untuk Menggenjot Realisasi Belanja Pemerintah

Adapun pembangunan infrastruktur yang terpadu pada setiap KSPN meliputi penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, serta perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur.

Sejauh ini, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Marga tengah melakukan pekerjaan peningkatan jalan, trotoar, dan drainase sepanjang 16,8 kilometer. Di antaranya Jalan Soekarno Atas (2,19 km), Jalan Soekarno Bawah (2,01 km), Jalan Simpang Pede (4,51 km), Jalan Yohannes Sahadun (4,05 km), dan peningkatan jalan kawasan pariwisata Waecicu (4 km).

Sarana dan prasarana pariwisata lainnya adalah penataan kawasan Puncak Waringin, meliputi pembangunan pusat suvenir, bangunan area tenun dilengkapi dengan toilet dan mushola, bangunan pos jaga dan ruang genset, taman dan, area parkir serta jalan setapak.

"Kawasan Puncak Waringin ini diharapkan akan menjadi sentra souvenir yang menjadi pusat kegiatan perbelanjaan berbagai produk khas dan tradisional di Labuan Bajo, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat," ujarnya.

Baca juga: Mulai 1 Oktober, Kredit Kendaraan Listrik Bisa Tanpa Uang Muka

Selain itu, Kementerian ini juga tengah menata kawasan wisata Goa Batu Cermin, meliputi jalur trekking, fasilitas lainnya seperti kantor pengelola, loket, kafetaria, area parkir, auditorium, pusat informasi, toilet, ampiteater (amphitheater), dan rumah budaya untuk mendukung kegiatan seni dan budaya lokal.

Peningkatan sarana dan prasarana wisata alam juga akan dilakukan di Pulau Rinca, kawasan Taman Nasional Komodo.

Sementara dukungan di bidang Sumber Daya Air di antaranya, pengaman pantai sepanjang 100 meter, serta pembangunan dermaga seluas 400 m2 dengan panjang 100 meter dan lebar 4 meter.

Baca juga: Anak Usaha Elnusa Buka Lowongan Kerja, Ini Syaratnya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X