Bukan Menteri tetapi Ikut Sidang Kabinet

Kompas.com - 24/08/2020, 05:04 WIB
Ilustrasi Istana Negara di situs Pandang Istana. PandangIstana.setneg.go.idIlustrasi Istana Negara di situs Pandang Istana.

SEJAK tanggal 7 Januari tahun 2007 saya ditugaskan oleh Presiden Republik Indonesia untuk memimpin Tim Nasional Evaluasi Keselamatan dan Keamanan Transportasi (TimNas EKKT) untuk selama 3 bulan.

Tim yang dibentuk Presiden berkenaan dengan demikian banyaknya terjadi kecelakaan pesawat terbang pada waktu itu. Penugasan tersebut kemudian diperpanjang 6 bulan, karena antara lain ada tugas tambahan menyelesaikan masalah Ban Uni Eropa.

Sekedar catatan tentang Ban Uni Eropa, sebenarnya letak masalah bukan di Uni Eropa akan tetapi di kita sendiri.

Kala itu realitanya adalah Indonesia memang banyak sekali masalah yang tidak comply terhadap persyaratan International Civil Aviation Safety Regulation dari ICAO (International Civil Aviation Organization).

Celakanya, di tengah perjalanan mengerjakan tugas tersebut terjadi lagi kecelakaan fatal pesawat Garuda Indonesia di Yogyakarta, pada tanggal 7 Maret tahun 2007. Isu liar yang beredar luas waktu itu, penyebab kecelakaan tersebut adalah karena runway di Jogja yang terlalu pendek.

Presiden menanyakan kepada saya, apakah benar Garuda “crashed” karena runway Jogja terlalu pendek. Saya jelaskan bahwa kecelakaan pesawat Garuda di Jogja belum diketahui sebabnya. Yang pasti adalah bahwa kecelakaan tersebut tidaklah semata karena runway di Yogyakarta yang relatif lebih pendek dibanding dengan panjang runway di Soekarno Hatta misalnya.

Setelah sedikit saya jelaskan beberapa perkiraan dari kemungkinan kecelakaan tersebut bisa terjadi, beliau dapat mengerti duduk persoalannya. Selanjutnya Presiden meminta saya untuk menjelaskan hal itu di depan sidang kabinet tentang apa dan mengapa kecelakaan tersebut terjadi.

Tentu saja, maksudnya adalah apa saja kemungkinan yang menyebabkan terjadinya kecelakaan seperti itu. Penyebab kecelakaan Garuda itu sendiri, hanya KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) yang mempunyai wewenang untuk melakukan investigasi dan menyimpulkan apa saja yang menjadi penyebab kecelakaan serta mengumumkannya.

Jadi sebenarnya beliau hanya menanyakan saja kesediaan saya untuk memberikan gambaran umum tentang mengapa sampai terjadi kecelakaan pesawat Garuda di Yogyakarta tersebut di forum Sidang Kabinet.

Sebuah kecelakaan yang telah memunculkan isu liar yang berkembang mengenai runway Jogja yang terlalu pendek. Hal itu tentu saja berkaitan dengan penugasan saya sebagai Ketua TimNas EKKT yang baru saja memberikan laporan awal hasil kerja Tim tentang mengapa begitu banyak terjadi kecelakaan transportasi terutama dalam hal ini pesawat terbang, ketika itu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Minyak Terus Menguat, Bisa Bikin Keuangan Negara Makin Berat

Harga Minyak Terus Menguat, Bisa Bikin Keuangan Negara Makin Berat

Whats New
Beredar Hoax Pendaftaran Sertifikat Tanah Lewat Program PTSL BPN

Beredar Hoax Pendaftaran Sertifikat Tanah Lewat Program PTSL BPN

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
BNI dan Mandiri Mau Blokir Kartu ATM Magnetic Stripe, BRI Bagaimana?

BNI dan Mandiri Mau Blokir Kartu ATM Magnetic Stripe, BRI Bagaimana?

Whats New
Daya Beli Masyarakat Miskin Tertekan, Pemerintah Diminta Tingkatkan Efisiensi Penyaluran Bansos

Daya Beli Masyarakat Miskin Tertekan, Pemerintah Diminta Tingkatkan Efisiensi Penyaluran Bansos

Whats New
Lowongan Kerja di BUMN Nindya Karya untuk S1 Semua Jurusan, Simak Posisi dan Syaratnya

Lowongan Kerja di BUMN Nindya Karya untuk S1 Semua Jurusan, Simak Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Gagal Lolos Prakerja Gelombang 12? Bisa Daftar Lagi di Gelombang 13

Gagal Lolos Prakerja Gelombang 12? Bisa Daftar Lagi di Gelombang 13

Whats New
Ketahui Perbedaan Notaris dan PPAT

Ketahui Perbedaan Notaris dan PPAT

Whats New
OJK Perpanjang Relaksasi BPR dan BPRS, Sampai Kapan?

OJK Perpanjang Relaksasi BPR dan BPRS, Sampai Kapan?

Whats New
Mengembangkan Diri Lewat “Kepo”

Mengembangkan Diri Lewat “Kepo”

Work Smart
Lengkap Rincian Biaya Admin Mandiri, Bunga, dan Saldo Minimal Tabungan

Lengkap Rincian Biaya Admin Mandiri, Bunga, dan Saldo Minimal Tabungan

Spend Smart
Salah Transfer Rp 51 Juta Berujung Penjara, BCA: Sudah 2 Kali Surat Pemberitahuan

Salah Transfer Rp 51 Juta Berujung Penjara, BCA: Sudah 2 Kali Surat Pemberitahuan

Whats New
[POPULER MONEY] Perkara Salah Transfer Rp 51 Juta | Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 13

[POPULER MONEY] Perkara Salah Transfer Rp 51 Juta | Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 13

Whats New
Simak Saldo Minimal Tabungan di Bank BNI, BRI, BTN, dan Mandiri

Simak Saldo Minimal Tabungan di Bank BNI, BRI, BTN, dan Mandiri

Spend Smart
Pengiriman Batu Bara Sempat Terhambat, Industri Hulu Migas Tambah Pasokan Gas Bumi ke PLN

Pengiriman Batu Bara Sempat Terhambat, Industri Hulu Migas Tambah Pasokan Gas Bumi ke PLN

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X