Apakah Indonesia Bisa Mengalami Resesi di 2020?

Kompas.com - 24/08/2020, 14:08 WIB
Ilustrasi resesi ekonomi shutterstock.comIlustrasi resesi ekonomi

Pada kuartal II 2020 yang lalu, meskipun angka pertumbuhan PDB negatif, Indonesia belum masuk dalam kategori resesi karena pertumbuhan pada kuartal I nya masih positif. Bagaimana dengan kuartal III dan IV? Apakah Indonesia bisa mengalami resesi di 2020?

Resesi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Setiap kuartal, yaitu Januari – Maret, April – Juni, Juli – September, dan Oktober – Desember, Badan Pusat Statistik (BPS) menghitung Produk Domestik Bruto (PDB) yang dihasilkan Indonesia.

Secara rumus, PDB merupakan penjumlahan dari angka Konsumsi (C), Investasi (I), Pengeluaran Pemerintah (G) dan selisih Ekspor dan Impor (X – M). Biasanya diberi rumus PDB = C + I + G + (X-M).

Baca juga: Indonesia Bisa Terhindar dari Resesi, Ini Syaratnya Kata Ekonom

Secara sederhana, Konsumsi adalah seluruh belanja masyarakat, Investasi adalah pendirian perusahaan dan pabrik, Pengeluaran Pemerintah adalah angka realisasi dari program pemerintah, dan Selisih Ekspor dan Impor adalah selisih bersih antara jumlah uang yang dihasilkan dari kegiatan ekspor dikurangi yang dikeluarkan untuk impor.

Dalam kondisi normal, biasanya hampir 60 persen dari PDB Indonesia berasal dari aktivitas konsumsi masyarakat. Hal ini menjadikan negara Indonesia relatif kebal dengan resesi dan krisis.

Sebagai contoh, ketika terjadi perang dagang antara China dan US, usaha ekspor impor memang terganggu, tapi karena kontribusinya kecil, ekonomi Indonesia tetap tumbuh hanya saja lebih lambat.

Pada tahun 2008 yang lalu dimana terjadi krisis subprime mortgage di Amerika Serikat yang menjalar menjadi krisis keuangan di seluruh dunia, Indonesia juga masih tetap adem ayem bahkan masih tetap positif. Lagi-lagi karena besarnya kontribusi konsumsi domestik.

Pandemi COVID-19 menjadi ujian berat bagi perekonomian Indonesia. Sampai sekarang, sekolah masih mayoritas belum dibuka. Kegiatan hiburan seperti bioskop dan konser masih dilarang. Resepsi dan pesta juga masih sangat terbatas. Belum lagi PHK dan berkurangnya penghasilan membuat daya beli turun.

Dengan kondisi seperti di atas, apakah masih bisa selamat dari resesi dan krisis dengan mengandalkan konsumsi domestik seperti sebelumnya?

Secara matematis, suatu negara dinyatakan resesi apabila tingkat pertumbuhan PDB lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya selama 2 kuartal berturut-turut. Angka PDB Indonesia untuk tahun 2019 dan 2020 adalah sebagai berikut :

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X