Rudiyanto
Direktur Panin Asset Management

Direktur Panin Asset Management salah satu perusahaan Manajer Investasi pengelola reksa dana terkemuka di Indonesia. Wakil Ketua I Perkumpulan Wakil Manajer Investasi Indonesia periode 2019 - 2022. Penulis buku best seller reksa dana yang diterbitkan Gramedia Elexmedia. Buku Terbaru berjudul "Reksa Dana, Pahami, Nikmati!"

Apakah Indonesia Bisa Mengalami Resesi di 2020?

Kompas.com - 24/08/2020, 14:08 WIB
Ilustrasi resesi ekonomi shutterstock.comIlustrasi resesi ekonomi

Angka PDB (dalam Miliar)              2019            2020            Pertumbuhan PDB

Kuartal I Januari - Maret                2,625,156     2,703,018     +2.97%
Kuartal II April - Juni                     2,735,291     2,589,647      -5.32%
Kuartal III Juli - September            2,818,887 -
Kuartal IV Oktober - Desember     2,769,908 -

Sumber : BPS, diolah

Dengan mengacu pada definisi resesi dimana angka pertumbuhan harus 2 kali negatif berturut-turut, jika kuartal III negatif, dalam arti angka pada Kuartal III 2020 lebih rendah dari Kuartal III 2019, maka Indonesia secara resmi akan mengalami resesi.

Secara kasat mata, angka PDB Kuartal III 2019 merupakan yang tertinggi dalam tahun 2019 di angka 2.818.887. Sementara dari pengamatan di lapangan, hingga bulan Agustus ini ekonomi belum pulih.

Dengan demikian hampir bisa dipastikan angka PDB Kuartal III 2020 akan lebih rendah dari periode yang sama 2019. Dengan kata lain, pada pengumuman PDB Kuartal III nanti yang diperkirakan sekitar bulan Oktober atau November, secara resmi Indonesia akan mengalami resesi.

Apakah upaya subsidi gaji Rp 600.000 per bulan dan bantuan hibah Rp 2.4 juta kepada UMKM yang baru-baru ini diumumkan bisa membantu Indonesia keluar dari resesi?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Mengapa Pemerintah Suatu Negara Perlu Mengumumkan bila Terjadi Resesi?

Kita hitung saja, bantuan Rp 600.000 per bulan diberikan selama 4 bulan kepada 15,7 juta pekerja. Rp 600.000 x 4 bulan x 15,7 juta karyawan = Rp 37,68 triliun. Kemudian Rp 2,4 juta kepada 12 juta pelaku usaha. Rp 2,4 juta x 12 juta UMKM = Rp28,8 triliun. Dijumlahkan Rp 66,48 triliun.

Dalam teori PDB, angka Rp 66,48 T ini adalah Pengeluaran Pemerintah (G). Ketika diterima masyarakat akan dikonsumsikan sehingga PDB bisa bertambah lagi sejumlah yang sama. Sehingga kalau dikalikan 2 menjadi sekitar Rp 132,9 Triliun.

Angka tersebut dengan asumsi tersalurkan semua. Padahal kita tahu, belum tentu semua data valid dan urusan birokrasi masih menjadi tantangan di Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.