Imbas Pandemi, Ancol Pangkas Belanja Modal Tahun Ini menjadi Rp 178 Miliar

Kompas.com - 24/08/2020, 19:03 WIB
Pengunjung mencoba wahana permainan saat berwisata di Dufan di Ancol Taman Impian, Jakarta Utara, Sabtu (20/6/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka empat objek wisata di wilayah Ibu Kota pada fase pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi mulai Sabtu ini. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPengunjung mencoba wahana permainan saat berwisata di Dufan di Ancol Taman Impian, Jakarta Utara, Sabtu (20/6/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka empat objek wisata di wilayah Ibu Kota pada fase pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi mulai Sabtu ini.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memangkas belanja modal (capital expenditure/capex) sebagai imbas dari pandemi Covid-19. Seiring dengan hilangnya pemasukan akibat penutupan Ancol selama 3 bulan.

Direktur Keuangan Pembangunan Jaya Ancol Hari Sundjojo mengatakan, sebelum pandemi perseroan mengalokasikan capex sebesar Rp 765 miliar, namun kini menjadi Rp 178 miliar. Artinya, ada pemangkasan senilai Rp 587 miliar.

"14 Maret kami tutup operasi dan 20 Juni baru buka kembali. Jadi, efektif pada Juni hanya 10 hari kami buka, maka kami melakukan revisi atas pengeluaran capex menjadi Rp178 miliar," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Senin (24/8/2020).

Baca juga: Pengunjung Masih Dibatasi, Ancol Tunggu Lampu Hijau Pemprov DKI

Ia mengatakan, sumber pendanaan capex tersebut diambil dari kas internal, pinjaman bank, hingga penerbitan surat utang (obligasi). Adapun hingga semester I-2020 penyerapan belanja modal sudah mencapai Rp 110 miliar.

Sejalan dengan alokasi capex yang turun, perseroan juga menunda sejumlah proyek pengembangan kawasan wisata pada tahun ini. Ancol hanya akan fokus pada penyelesaian penataan pantai 'Symphony of the Sea'.

Proyek renovasi taman pantai seluas sekitar 51.000 meter persegi ini untuk tahap satu sudah rampung dan telah diluncurkan pada 25 Desember 2019 lalu untuk sand area.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Fokus pengembangan 2020, taman pantai yang kami renovasi ada stone area, water and sand area, dan green area,” ungkap Hari.

Baca juga: Ada Pandemi Corona, Dyandra Tunda Belanja Modal

Sekedar informasi, akibat penutupan taman wisata selama 14 Maret-19 Juni 2020, Ancol mencatatkan kerugian Rp 146,3 miliar sepanjang semester I-2020.

Merosot tajam 306 persen dari kinerja di periode sama tahun 2019 yang mengantongi laba bersih senilai Rp 71,2 miliar.

Perseroan pun turut mencatatkan penurunan pendapatan usaha sebesar 58 persen menjadi Rp 254,2 miliar di periode Januari-Juni 2020. Padahal di periode sama tahun 2019 pendapatan usaha Ancol mencapai Rp 607,8 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.