Mandiri Syariah Sudah Restrukturisasi Kredit Sebesar Rp 7,1 Triliun

Kompas.com - 25/08/2020, 12:33 WIB
Petugas Bank Mandiri Syariah melayani calon jemaah haji melakukan pelunasan Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPIH) di Kantor Cabang Mandiri Syariah Area Bekasi, di Bekasi, Jawa Barat, Senin (16/4/2018). ANTARA/Risky AndriantoPetugas Bank Mandiri Syariah melayani calon jemaah haji melakukan pelunasan Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPIH) di Kantor Cabang Mandiri Syariah Area Bekasi, di Bekasi, Jawa Barat, Senin (16/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) telah memberikan restrukturisasi pembiayaan senilai Rp 7,1 triliun kepada lebih dari 29.000 nasabah di seluruh Indonesia selama pandemi Covid-19.

Dari angka tersebut, 42 persen diantaranya merupakan nasabah segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari mengatakan, hingga saat ini proses restrukturisasi masih terus berjalan sesuai dengan regulasi POJK No.11/POJK.03/2020.

“Tidak dapat dipungkiri pandemi ini menjadi tantangan bagi semua pihak. Debitur, kreditur, bank, para nasabah kami, perusahaan besar atau kecil tidak terkecuali. Oleh karena itu, di tengah kondisi ini, kami yakin bahwa untuk Mandiri Syariah bisa survive dan sustain, maka kami harus menjaga nasabah survive dan sustain juga,” ujar Toni, Selasa (25/8/2020).

Baca juga: Melonjak, Defisit APBN 2020 Mencapai Rp 330,2 Triliun

Selain melakukan restrukturisasi kredit, lanjut Toni, pihaknya juga telah menyalurkan beberapa bantuan Covid-19, diantaranya 2.500 Alat Pelindung Diri (APD), 100.000 masker kepada 105 Rumah Sakit rujukan Covid-19, 26.600 paket bahan pangan kepada masyarakat dan 3 ton beras sehat kepada panti asuhan.

Sementara itu, dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19, Mandiri Syariah terus menjaga protokol kesehatan bagi nasabah dan pegawai, serta mengimbau nasabah untuk beralih ke transaksi digital.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Insya Allah ke depan, kami akan terus memperkuat layanan, meningkatkan inovasi, buka mata, buka telinga agar tetap update, aware, peka serta tanggap terhadap kebutuhan nasabah baik hari ini dan di masa depan,” kata Toni.

Baca juga: Pegawai Honorer Juga Dapat Subsidi Gaji, Ini Penjelasan Menaker

Selama pandemi ini, Mandiri Syariah mencatat terjadinya shifting dari transaksi di cabang menjadi transaksi digital. Sehingga, transaksi Mobile dan Internet Banking Mandiri Syariah meningkat signifikan.

Fee based income (FBI) layanan digital naik signifikan 35,83 persen, dari Rp 107,87 miliar per Juni 2019 menjadi Rp 146,52 miliar pada Juni tahun ini. Kontribusi FBI layanan digital terbesar datang dari mobile banking yang melonjak 65,38 persen secara tahunan dari Rp 17,29 miliar per Juni 2019 menjadi Rp 28,60 miliar per Juni 2020.

Hingga Juni 2020, user dan transaksi melalui Mandiri Syariah Mobile (MSM) juga terus naik mencapai 1,25 juta user, naik 93,89 persen year on year dengan jumlah transaksi melonjak hingga 19,49 juta transaksi.

Adapun transaksi buka rekening online selama pandemi ini tercatat 18.000 pembukaan rekening per bulan. Angka ini juga menunjukkan bahwa sebanyak 36 persen nasabah baru melakukan pembukaan rekening secara online.

Baca juga: Semester I 2020, Mandiri Syariah Cetak Laba Rp 719 Miliar



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.