Pemulihan Ekonomi Perlu Adopsi Pembangunan Berkelanjutan, Mengapa?

Kompas.com - 25/08/2020, 13:07 WIB
Ilustrasi
M LATIEF/KOMPAS.comIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah disarankan memperhatikan tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs) dalam pemulihan ekonomi nasional akibat Pandemi Covid-19.

Kepala Studi Lingkungan LPEM Universitas Indonesia (UI) Alin Halimatussaidah mengatakan, memasukkan agenda SDGs dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi membuat RI mampu memitigasi krisis-krisis lain di masa depan.

"Kenapa perlu memasukkan agenda sustainable penting dalam pemulihan? Kita sebenarnya berinvestasi untuk memitigasi future losses. Misalnya dalam bidang infrastruktur, kita investasi untuk membuat infrastruktur resilient terhadap bencana," kata Alin dalam forum Sustainable Action for The Future Economy, Selasa (25/8/2020).

Baca juga: Sri Mulyani: Pemulihan Ekonomi Masih Cukup Rapuh

Alin menuturkan, pentingnya memasukkan pembangunan berkelanjutan dilakukan karena beberapa indikator dalam SDGs Indonesia terlihat menurun saat krisis Covid-19 terjadi.

Misalnya di pendidikan, masyarakat di beberapa wilayah terpencil tidak bisa mendapat akses pendidikan yang layak karena belum adanya akses internet.

"Karena ada school from home, kita tahu itu menyebabkan akses terhadap pendidikan yg berkualitas semakin unequal," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Begitu juga dengan beberapa proyek infrastruktur yang banyak terhambat akibat pandemi Covid-19.

Menyisipkan tujuan pembangunan berkelanjutan dalam pemulihan membuat RI bisa berpikir ulang terkait infrastruktur mana yang diperlukan di masa depan. Hal ini membuat pembangunan lebih terstruktur.

Baca juga: Realisasi Anggaran Pemulihan Ekonomi Baru 25,1 Persen, Ini Rinciannya

Memikirkan pembangunan berkelanjutan juga merupakan responsibilitas terhadap generasi mendatang. Berbagai keputusan dalam pembangunan hendaknya memikirkan dampak terhadap lingkungan dan generasi mendatang.

"Banyak sekali keputusan-keputusan terkait kebijakan sustainable harus dilakukan atau direncanakan dari sekarang. Telatnya mengambil keputusan akan berdampak cukup panjang," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.