Luhut: Sampah di Jakarta Saja Hampir 8.000 Ton Per Hari

Kompas.com - 25/08/2020, 16:37 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan dalam acara restorasi terumbu karang, di Nusa Dua, Bali, Rabu (19/8/2020). Dokumentasi Humas Kemenko Kemaritiman dan InvestasiMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan dalam acara restorasi terumbu karang, di Nusa Dua, Bali, Rabu (19/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, volume sampah yang ada di Jakarta saja mencapai 8.000 ton per hari.

Dari banyaknya jumlah sampah tersebut menurut dia, menjadi masalah isu besar tidak hanya di Indonesia, tetapi juga seluruh dunia.

"Masalah sampah ini memang menjadi isu besar, karena Jakarta saja ada hampir 8.000 ton sehari," katanya dalam peluncuran virtual Program Packaging Recovery Organization (PRO), Selasa (25/8/2020).

Baca juga: Tipping Fee Sampah Disorot KPK, Luhut Bilang Itu Ongkos Kebersihan

Oleh sebab itu, pemerintah mengajak dunia usaha dan industri untuk mendaur ulang kembali sampah-sampah hingga 30 persen. Sekaligus mengurangi volume sampah hingga 70 persen pada tahun 2025.

"Upaya bersama pemerintah dunia usaha industri dan masyarakat untuk lebih luas dapat mendorong terwujudnya target pemerintah sampai 30 persen. Melalui apa yang kita kenal 3R, reduce, reuse and recycle. serta penanganan sampah sebesar 70 persen pada tahun 2025," ujarnya.

"Jadi 2025, hanya 4 tahun atau lima tahun dari sekarang. Jadi kita harus kerja keras untuk menyelesaikannya," lanjut Luhut.

Mantan Menko Polhukam ini juga menyebut, pengolahan sampah bisa juga dijadikan bahan bakar alternatif (Refuse Derived Fuel/RDF). Hal ini sudah dilakukan di daerah Cilacap, Jawa Tengah.

Baca juga: Usaha Rintisan Mountrash Ajak Masyarakat Olah Sampah Menjadi Uang

Dia berharap, kota-kota lain dengan volume sampah 200 ton per hari bisa mencontoh Cilacap untuk mengubah menjadi bahan bakar.

"Misalnya ada program RDF di Cilacap, kita mau bikin RDF seperti itu lagi di kota-kota yang sampahnya di bawah 200 ton sehari. Karena sampah ini menimbulkan banyak dampak penyakit, kesehatan," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X