Indonesia Akan Ekspor 100 Ton Bawang Goreng ke Malaysia

Kompas.com - 26/08/2020, 08:00 WIB
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Kementerian Koordiantor Perekonomian, Jakarta, Senin (3/2/2020). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Perdagangan Agus Suparmanto di Kementerian Koordiantor Perekonomian, Jakarta, Senin (3/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia mengekspor bawang merah goreng sebanyak 100 ton ke Malaysia. Ekspor produk tersebut dilakukan oleh PT Inti Sumber Citra Rasa.

Pelepasan satu kontainer ekspor yang berisikan 20 ton bawang merah goreng bermerek Mamamia ini, telah dilakukan di Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatra Utara, pada Selasa (25/8/2020). Total ada lima kontainer yang akan di kirim ke Malaysia dan dilakukan secara bertahap.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, ekspor produk bernilai tambah ini menjadi salah satu upaya bersama antara pemerintah dan pelaku usaha untuk menjaga kinerja neraca perdagangan. Di sisi lain, ini sebagai upaya mendorong pelaku usaha untuk terus bertahan dan meningkatkan ekspornya di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

"Momentum ini sekaligus merupakan wujud konkret pemerintah bersama para pelaku bisnis untuk terus menjaga neraca perdagangan. Diharapkan pelaku bisnis terus berinovasi menciptakan produk-produk bernilai tambah dan memanfaatkan peluang pasar yang ada, agar bisa bersaing di dalam maupun luar negeri,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8/2020).

 Baca juga: Kapan Subsidi Gaji Rp 600.000 Mulai Ditransfer? Ini Kata Pemerintah

Agus mengatakan, bawang merah goreng merupakan salah satu pengembangan produk ekspor yang inovatif di tengah pandemi saat ini. Menurutnya, kunci keberhasilan Inti Sumber Citra Rasa adalah kemampuannya memberikan nilai tambah disesuaikan dengan standar halal dan kesehatan.

Selain itu, perusahaan ini mampu melakukan penyesuaian terhadap perubahan selera konsumen di pasar global, seperti memberikan merek dan mengemas produk sesuai dengan standar ekspor. Oleh sebab itu, dirinya mengapresiasi upaya keras pelaku bisnis untuk bisa menghasilkan produk yang bernilai tambah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Hal ini membuktikan bahwa industri di dalam negeri masih memiliki peluang peningkatan ekspor di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19,” katanya.

Agus menambahkan, untuk menjaga neraca perdagangan, Kemendag telah menerapkan kebijakan peningkatan ekspor yang berbasis hilirisasi komoditas. Salah satunya adalah pengolahan komoditas bawang merah menjadi 'bawang merah goreng' guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk di pasar global.

 Baca juga: BLT UMKM Rp 2,4 Juta Sudah Diluncurkan Presiden, Begini Skema Pencairannya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X