Duduk Perkara Polemik di Bank Bukopin

Kompas.com - 26/08/2020, 08:15 WIB
Nasabah PT Bank Bukopin Tbk saat mengantre di Kantor Cabang Bank Bukopin di Jalan Jendral Sudirman, Samarinda, Kalimanta Timur, Kamis (2/7/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONNasabah PT Bank Bukopin Tbk saat mengantre di Kantor Cabang Bank Bukopin di Jalan Jendral Sudirman, Samarinda, Kalimanta Timur, Kamis (2/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bosowa Corporation melayangkan gugatan kepada Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) terkait proses akuisisi KB Kookmin Bank terhadap saham PT Bank Bukopin Tbk (BBKP).

Gugatan tersebut didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) dengan nomor perkara 480/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Pst, tertanggal 24 Agustus 2020.

"Kami sudah menunjuk pengacara dan melayangkan gugatan ke pengadilan negeri di Jakarta Pusat. Kita gugat perbuatan melawan hukum," kata Direktur Utama PT Bosowa Corporindo Rudyantho seperti dikutip dari Antara, Rabu (26/8/2020).

Rudyantho mengatakan, gugatan ini dilakukan karena OJK menganggap Bosowa sebagai pemegang saham, bertanggung jawab dalam penurunan harga saham Bank Bukopin, hingga Rp180 per lembar saham.

Baca juga: Bukopin Mau Jadikan Boy Band BTS Jadi Brand Ambassadornya

Padahal, menurut dia, pemegang saham tidak mempunyai kapasitas langsung dalam pengelolaan perseroan dan persoalan turunnya nilai saham itu terjadi karena manajemen yang bermasalah.

"Siapa yang disalahkan dalam kondisi seperti ini. Kenapa saat ini justru pemegang saham yang menanggung masalah tanpa pernah mengurai sebenarnya apa persoalan pokok dalam masalah ini," kata dia.

Dalam kasus tersebut, OJK tidak memberikan solusi yang baik karena justru memberikan tekanan kepada Bosowa dan memberikan surat perintah bahwa pemegang saham mayoritas pada waktu itu melakukan kesalahan.

"Kita diberikan surat perintah melakukan tindakan. Kami tanyakan surat perintah mana? Namun yang ada justru adalah surat perintah yang kami harus melanggar UU," ujar dia.

Baca juga: Bosowa Bakal Gugat Hasil RUPSLB Bukopin, Ini Penyebabnya

Saham Bosowa terdilusi

Ia juga mempertanyakan keputusan OJK yang memberikan kuasa kepada tim asistensi untuk mewakili Bosowa dalam RUPS Luar Biasa yang berlangsung pada Selasa (25/8/2020).

Dengan kondisi itu, hak pemegang saham akan terdelusi, padahal hak Bosowa tersebut masih dijamin dalam UU perseroan. Situasi itu juga mempercepat pengambilalihan saham Bank Bukopin oleh KB Kookmin Bank.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X