Bank Mandiri Optimistis Capai Target Penyaluran Dana PEN di September 2020

Kompas.com - 26/08/2020, 14:09 WIB
Ilustrasi Bank Mandiri. (Shutterstock) Ilustrasi Bank Mandiri.

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. (BMRI) menargetkan penyaluran Dana Pemulihan Ekonomi (PEN) rampung pada September 2020. Hal ini mengingat per Agustus total penyaluran sudah mencapai Rp 29 triliun.

Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik mengatakan perseroan menerima dana PEN senilai Rp 10 triliun dengan realisasi sampai dengan Agustus 2020 adalah Rp 29 triliun. Sehingga dengan target penyaluran 3 kali dari penerimaan, BMRI optimis penyaluran dana PEN rampung pada September 2020.

“Dari target Rp 30 triliun (akan rampung) pada September. Karena bulan Agustus, dan saat ini kita sudah mencapai Rp 29 triliun, jadi targetnya lebih cepat,” jelas Ahmad dalam Public Expose Live, Rabu (26/8/2020).

Baca juga: Dana PEN, Bank Mandiri Telah Kucurkan Rp 26,9 Triliun

Adapun beberapa sektor yang memperoleh penyaluran dana PEN, industri pupuk dan obat hama, industri jasa keuangan, konstruksi, pertanian dan kehutanan, peralatan rumah tangga, pertanian dan perikanan, horeka, perdagangan, semen dan bahan bangunan lainnya.

Di sisi lain, BMRI mencatatkan pertumbuhan kredit 4,38 persen pada semester I tahun 2020 dibanding periode sama tahun 2019. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga bertumbuh 15,82 persen.

Sementara itu, ratio NPL berada pada level 3,28 persen, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2,6 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Ahmad, NPL BMRI mengalami kenaikan karena masalah finansial debitur besar di sektor wholesale (sektor riil dan padat karya). Menurutnya, kondisi debitur yang kurang sehat menjadi masalah yang terakumulasi pada ratio NPL di semester II.

“Di segemen wholesale, debitur besar memang sudah ada yang bermasalah atau kurang sehat (pembayarannya) sejak sebelum pandemi. Kami sempat berharap, debitur tersebut bisa melanjutkan usahanya dan membayar kewajibannya sebelum pandemi, namun kondisi pandemi membuat masalah ini terkaselerasi,” jelas dia.

Baca juga: Bank Mandiri Siapkan Kredit ke Supplier Wika Beton

Kondisi ini juga membuat perseroan memasukkan para debitur yang tidak menjalankan kewajibannya, masuk ke down grade dan tidak bisa masuk program restrukturisasi.

Di sisi lain, segmen KUR dinilai memiliki kinerja yang cukup baik (low risk), dengan jumlah debitur 324.085 dan baki debet Rp 32,6 triliun.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.