Kemenkeu Bantah Pencetakan Uang Rp 75.000 gara-gara Kurang Anggaran

Kompas.com - 26/08/2020, 14:38 WIB
Petugas menunjukkan uang baru pecahan Rp 75.000 saat penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia di Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia (BI), Tegal, Jawa Tengah, Selasa (18/8/2020). Kpw BI Kota Tegal menyediakan sebanyak 1,3 juta lembar uang baru pecahan Rp 75.000 untuk ditukarkan warga dengan syarat daftar online dan menunjukkan KTP elektronik. ANTARA FOTO/OKY LUKMANSYAHPetugas menunjukkan uang baru pecahan Rp 75.000 saat penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia di Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia (BI), Tegal, Jawa Tengah, Selasa (18/8/2020). Kpw BI Kota Tegal menyediakan sebanyak 1,3 juta lembar uang baru pecahan Rp 75.000 untuk ditukarkan warga dengan syarat daftar online dan menunjukkan KTP elektronik.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan membantah pencetakan uang pecahan khusus (UPK) Rp 75.000 dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI gara-gara pemerintah kekurangan anggaran akibat Covid-19.

Direktur Pengelolaan Kas Negara Kementerian Keuangan Didyk Choiroel mengatakan, pencetakan uang tidak ada hubungannya dengan anggaran penanganan Covid-19.

Dia menyatakan, Kemenkeu dan Bank Indonesia (BI) selalu berkoordinasi terlebih dahulu untuk menentukan jumlah pencetakan uang dengan melihat uang beredar di masyarakat.

Baca juga: Mulai Besok, Kuota Penukaran Uang Rp 75.000 Naik Jadi 2 Kali Lipat

"Jadi tidak ada hubungannya. Kami tiap tahun selalu koordinasi, kita hitung bersama. Bila uang fisik, maka uang yang diterbitkan adalah menggantikan uang yang ditarik. Tidak ada penambahan anggaran," kata Didyk dalam dalam bincang uang Rp 75.000, Rabu (26/8/2020).

Dalam pencetakan uang Rp 75.000, kata Didyk, pihaknya telah menyesuaikan dengan kondisi fiskal dan moneter terkini.

Kemenkeu dengan BI selalu berkoordinasi untuk memperhitungkan pengaruh pencetakan uang yang akan beredar di masyarakat.

"Setiap perencanaan sampai pemusnahan, BI akan berkoordinasi dengan Kemenkeu, demikian juga penerbitan UPK. Kenapa Kemenkeu terlibat? Karena setiap penerbitan uang harus disesuaikan dengan kondisi fiskal maupun moneter," pungkasnya.

Baca juga: WNA Boleh Punya Uang Rp 75.000? Ini Kata BI

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pengeluaran dan pengedaran uang peringatan kemerdekaan merupakan bagian dari pencetakan uang tahun anggaran tahun 2020.

Pengedaran disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dengan mendasarkan pada ketentuan dan tata kelola pada undang-undang mata uang.

"Perencanaan telah dimulai sejak 2018," sebut Perry beberapa waktu lalu.

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) pada Senin (17/8/2020) menerbitkan uang rupiah edisi khusus menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia.

Uang rupiah khusus yang diterbitkan Bank Indonesia adalah uang lembaran Rp 75.000. Ini menjadi momen langka mengingat Bank Indonesia biasanya mengeluarkan rupiah edisi khusus berbentuk koin.

Terlebih lagi, rupiah khusus peringatan kemerdekaan RI akan diedarkan setiap 25 tahun sekali dengan desain yang berbeda.

Tercatat, BI telah mengedarkan uang edisi khusus peringatan kemerdekaan RI sebanyak empat kali. Pencetakan uang edisi khusus pertama kali dibuat untuk memperingati HUT ke-25 RI tahun 1970, diikuti HUT ke-45 RI tahun 1990, dan HUT ke-50 RI tahun 1995.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER DI KOMPASIANA] Bersaudara dengan WNA karena Bersepeda | Gaya Mengajar ala Sensei Nobi | Mengenal Growol dari Kulon Progo

[POPULER DI KOMPASIANA] Bersaudara dengan WNA karena Bersepeda | Gaya Mengajar ala Sensei Nobi | Mengenal Growol dari Kulon Progo

Rilis
Soal Direksi Baru BRI, Ini Respons Kadin hingga Pelaku UMKM

Soal Direksi Baru BRI, Ini Respons Kadin hingga Pelaku UMKM

Whats New
Akhir Januari, 3.000 Unit GeNose Dipersiapkan untuk Dipasarkan

Akhir Januari, 3.000 Unit GeNose Dipersiapkan untuk Dipasarkan

Whats New
Luhut Minta Tarif Tes Covid-19 Pakai GeNose di Bawah Rp 20.000

Luhut Minta Tarif Tes Covid-19 Pakai GeNose di Bawah Rp 20.000

Whats New
Luhut Ingin di Setiap RT, Supermarket, dan Fasilitas Umum Pakai GeNose untuk Tes Covid-19

Luhut Ingin di Setiap RT, Supermarket, dan Fasilitas Umum Pakai GeNose untuk Tes Covid-19

Whats New
Stasiun Pasar Senen Akan Dipasang GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan Indonesia

Stasiun Pasar Senen Akan Dipasang GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan Indonesia

Whats New
Bio Farma: 4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Siap Didistribusi pada Februari 2021

Bio Farma: 4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Siap Didistribusi pada Februari 2021

Whats New
IHSG Merosot 1,04 Persen dalam Sepekan, Ini Sentimen Pemicunya

IHSG Merosot 1,04 Persen dalam Sepekan, Ini Sentimen Pemicunya

Whats New
Sandiaga Uno Minta UMKM di Batam Berinovasi di Masa Pandemi Covid-19

Sandiaga Uno Minta UMKM di Batam Berinovasi di Masa Pandemi Covid-19

Rilis
Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Disrupsi akibat Pandemi

Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Disrupsi akibat Pandemi

Work Smart
Pemerintah Akan Terbitkan 0RI019, Begini Cara Belinya

Pemerintah Akan Terbitkan 0RI019, Begini Cara Belinya

Whats New
Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 4.000

Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 4.000

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Polemik Pangan di Awal Tahun: Habis Kedelai, Terbitlah Daging Sapi

Polemik Pangan di Awal Tahun: Habis Kedelai, Terbitlah Daging Sapi

Whats New
Masih Ada Peluang Guru Honorer Jadi CPNS

Masih Ada Peluang Guru Honorer Jadi CPNS

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X