Sejak Jadi Menteri, Edhy Sudah Tangkap 71 Kapal Asing Pencuri Ikan

Kompas.com - 26/08/2020, 15:47 WIB
Foto handout diambil Minggu (26/7/2020) dan dirilis pada Rabu (29/7/2020), memperlihatkan suasana penangkapan kapal ikan asal Vietnam di Laut Natuna Utara, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Penangkapan kapal asing yang diduga melakukan aktivitas pencurian ikan tersebut dilakukan saat KN Pulau Dana  323 melakukan patroli. AFP/HANDOUT/INDONESIAN COAST GUAFoto handout diambil Minggu (26/7/2020) dan dirilis pada Rabu (29/7/2020), memperlihatkan suasana penangkapan kapal ikan asal Vietnam di Laut Natuna Utara, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Penangkapan kapal asing yang diduga melakukan aktivitas pencurian ikan tersebut dilakukan saat KN Pulau Dana 323 melakukan patroli.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bawah kepemimpinan Edhy Prabowo telah menangkap sekitar 71 kapal asing pencuri ikan.

Kapal maling ikan yang berhasil diamankan itu terdiri dari 27 kapal berbendera Vietnam, 14 kapal berbendera Filipina, 12 kapal berbendera Malaysia, dan 1 kapal berbendera Taiwan.

"KKP tidak pernah tidur, dan ini juga berkat kerja sama dengan seluruh instansi. Ini keberhasilan kita, tidak hanya KKP. Mudah-mudahan menjadi penyemangat kita bahwa laut kita tidak pernah luput, selalu terjaga," kata Edhy di Gedung Mina Bahari IV, KKP, Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Baca juga: Dua Kapal Illegal Fishing Asal Vietnam Ditangkap di Laut Natuna Utara

Teranyar, KKP kembali menangkap 2 kapal ikan asal Vietnam yang mencuri di WPP-NRI 711 Laut Natuna Utara. Operasi penangkapan dilakukan oleh kapal pengawas perikanan Hiu 03.

Saat itu, pengawas berhasil melumpuhkan KM. TG 9481 TS/100 GT pada koordinat 03° 33,381' LU - 105° 04,465' BT. Kapal tersebut dinakhodai oleh Lam Van Tung dan diawaki oleh 17 anak buah kapal berkewarganegaraan Vietnam.

Pada posisi yang berdekatan, kapal pengawas perikanan juga mengamankan KM. TG 9437 TS/90 GT pada 03° 32,826' LU - 105° 05,204' BT.

Kapal kedua dinakhodai oleh Lam Van Toan dan diawaki oleh 5 orang ABK berkebangsaan Vietnam.

Baca juga: 3 Kapal Maling Ikan Kembali Ditangkap di Laut Natuna

Adapun untuk meminimalisir pencurian ikan, Edhy berencana membangun komunikasi dan mengupayakan diplomasi dengan negara tetangga. Diplomasi dilakukan agar negara-negara tersebut tak lagi mencuri ikan, melainkan bekerjasama.

Sebagai bukti, pihaknya telah berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) agar diplomasi segera terealisasi.

"Jadi kita tawarkan beberapa langkah solusi yang menguntungkan kedua belah pihak, kita tidak dirugikan, dan saling menghormati. Kami sudah berkomunikasi dengan Kemenlu sehingga kita tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, namun tetap mengedepankan aturan," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Ini Proyek Tol yang Menggusur Bangunan Milik Tommy Soeharto

Ini Proyek Tol yang Menggusur Bangunan Milik Tommy Soeharto

Whats New
Bagaimana Prediksi IHSG Awal Pekan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Bagaimana Prediksi IHSG Awal Pekan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Lampaui AS, China Jadi Negara yang Datangkan Investasi Asing Langsung Terbesar Selama Pandemi Covid-19

Lampaui AS, China Jadi Negara yang Datangkan Investasi Asing Langsung Terbesar Selama Pandemi Covid-19

Whats New
Produsen Baterai ABC Buka Lowongan Kerja, Simak Posisi dan Syaratnya

Produsen Baterai ABC Buka Lowongan Kerja, Simak Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Akan Dilakukan di Stasiun dan Terminal

Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Akan Dilakukan di Stasiun dan Terminal

Whats New
Mengapa Indonesia Terlalu Bergantung Impor Sapi dari Australia?

Mengapa Indonesia Terlalu Bergantung Impor Sapi dari Australia?

Whats New
[POPULER MONEY] 7 Provinsi dengan Jumlah Penduduk Terbanyak di Indonesia | Tommy Soeharto Gugat Pemerintah

[POPULER MONEY] 7 Provinsi dengan Jumlah Penduduk Terbanyak di Indonesia | Tommy Soeharto Gugat Pemerintah

Whats New
Luhut Ingin GeNose C19 Bisa Digunakan di Berbagai Fasilitas Umum

Luhut Ingin GeNose C19 Bisa Digunakan di Berbagai Fasilitas Umum

Whats New
Tak Terima Bangunannya Digusur Proyek Tol, Tommy Soeharto Gugat Pemerintah RI Rp 56 Miliar

Tak Terima Bangunannya Digusur Proyek Tol, Tommy Soeharto Gugat Pemerintah RI Rp 56 Miliar

Whats New
ORI019 Ditawarkan Mulai Besok, Ini Besaran Kuponnya

ORI019 Ditawarkan Mulai Besok, Ini Besaran Kuponnya

Earn Smart
Kementerian ESDM Sebut Luas Bukaan Lahan Tambang di Kalsel Sangat Kecil

Kementerian ESDM Sebut Luas Bukaan Lahan Tambang di Kalsel Sangat Kecil

Whats New
BNI Buka Lowongan Kerja Relationship Manager NBFI, Minat?

BNI Buka Lowongan Kerja Relationship Manager NBFI, Minat?

Work Smart
Tangani Dampak Bencana Sulbar dan Kalsel, Kementan Sekaligus Perbaiki Sektor Pertanian

Tangani Dampak Bencana Sulbar dan Kalsel, Kementan Sekaligus Perbaiki Sektor Pertanian

Rilis
Pantau Pemulihan Pariwisata, Sandiaga Uno Akan Berkantor di Bali

Pantau Pemulihan Pariwisata, Sandiaga Uno Akan Berkantor di Bali

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X