Kereta Api Cepat...

Kompas.com - 27/08/2020, 07:07 WIB
Pemasangan girder pertama Kereta Cepat jakarta-Bandung, Senin (30/9/2019). Hilda B Alexander/Kompas.comPemasangan girder pertama Kereta Cepat jakarta-Bandung, Senin (30/9/2019).

JUMAT,  23 November 2018, setelah makan siang, di gedung utama kantor pusat PT Kereta Api Indonesia (pesero) di Jalan Perintis Kemerdekaan nomor 1, Bandung, saya dengan temen-teman yang bekerja di istana kepresidenan, pulang ke Jakarta dengan menumpang, kereta api inspeksi (KAIS).

Ketika kereta masuk stasiun Cimahi, saya mengusulkan untuk mengadakan acara “dongeng”, sebuah performance ciptaan Garin Nugroho dan Franky Sahilatua (almarhum). Tentu yang kami adakan tidak sebagus yang sering dipertontonkan Garin dan Franky. Kebetulan di wilayah Padalarang kami melintasi secara paralel dengan megaproyek kereta api cepat Jakarta Bandung, sekitar 150 kilometer.

Acara ini ditandai dengan penampil informal dua orang staf khusus presiden, Sukardi Rinakit dan Ari Dwipayana. Setelah seorang perempuan muda , Anggi, melantunkan lagu “Kopi Dangdut” dengan iringan gitar Jubing Kristianto, Sukardi Rinakit yang sering disapa Cak Kardi, bicara (dongeng).

Baca juga: Proyek Kereta Cepat Disebut Biang Kerok Banjir di Tol Padaleunyi, Ini Tanggapan PT KCIC

Sambil mendongeng, Cak Kardi memberi sebuah buku (catatan hariannya) kepada saya, berjudul “Sudut Istana”. Cetakan pertama buku ini tahun 2018.

Selama satu bulan (November 2018), Cak Kardi tiga kali memberi buku “Sudut Istana” kepada saya. Ketiga buku dengan judul yang sama itu diberi tanda tangan Cak Kardi. Pertama, buku Sudut Istana diberikan pada saya tanggal 4 November 2018, selain dengan tanda tangan dibubuhi ucapan “salam sehat”.

Kedua, tanggal 17 November 2018, dibubuhi ucapan tertulis “salam hangat”. Buku ketiga, tanggal 23 November 2018, dibubuhi ucapan “with best wishes”.

Buku ketiga diberikan saya di kereta api ketika berlangsung acara dongeng. Cak Kardi minta saya untuk membuka halaman 214 - 215. Di situ muncul tulisan dengan huruf tebal, “Presiden Joko Widodo pada Groundbreaking Kereta Cepat Jakarta - Bandung. - Bandung, 21 Januari 2016 “ (halaman 214).

Di halaman sebelahnya (215) ada kutipan pidato Presiden Joko Widodo.

“NEGARA yang efisien, negara yang mempunyai kecepatan dalam memutuskan, kecepatan dalam membangun, itulah nanti yang jadi pemenang dalam persaingan antar negara. Oleh sebab itu, kereta cepat adalah salah satunya untuk menuju kecepatan mobilitas, barang dan orang, yang nanti akan mendorong kita memenangkan persaingan antar negara.”

“INSIPIRAS: Negara yang efisien, negara yang mempunyai kecepatan dalam memutuskan, kecepatan dalam membangun, itulah nanti yang jadi pemenang dalam persaingan antar negara”.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Keputusan Pak Erick untuk Mengganti Semua Direksi Diharapkan agar Ada Evaluasi Besar...'

"Keputusan Pak Erick untuk Mengganti Semua Direksi Diharapkan agar Ada Evaluasi Besar..."

Whats New
Lebaran Bisa Jadi Momentum Indonesia Keluar dari Jurang Resesi

Lebaran Bisa Jadi Momentum Indonesia Keluar dari Jurang Resesi

Whats New
Kasus Antigen Bekas, Erick Thohir Murka hingga Pegawai dan Direksi Kimia Farma Diagnostika Dipecat

Kasus Antigen Bekas, Erick Thohir Murka hingga Pegawai dan Direksi Kimia Farma Diagnostika Dipecat

Whats New
Bitcoin hingga Dogecoin Terjun Bebas, Ini 10 Aset Kripto Paling Cuan Dalam Sepekan

Bitcoin hingga Dogecoin Terjun Bebas, Ini 10 Aset Kripto Paling Cuan Dalam Sepekan

Earn Smart
[POPULER MONEY] Erick Thohir Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika | Sanksi bagi Leasing yang Asal Tarik

[POPULER MONEY] Erick Thohir Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika | Sanksi bagi Leasing yang Asal Tarik

Whats New
Hindari Penumpukan di Bakauheni, Menhub Minta Masyarakat Tes Antigen Mandiri

Hindari Penumpukan di Bakauheni, Menhub Minta Masyarakat Tes Antigen Mandiri

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Periset

[KURASI KOMPASIANA] Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Periset

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Jelajah Masjid-masjid yang Memesona di Indonesia

[KURASI KOMPASIANA] Jelajah Masjid-masjid yang Memesona di Indonesia

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Membeli Smartphone yang Sedang Tren? Tidak Masalah, Asal Sesuai dengan Fungsi dan Budget

[KURASI KOMPASIANA] Membeli Smartphone yang Sedang Tren? Tidak Masalah, Asal Sesuai dengan Fungsi dan Budget

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Kiat-kiat Ketika Menawar | Belanja Jadi Self Reward | Mendalami Prinsip Minimalis

[KURASI KOMPASIANA] Kiat-kiat Ketika Menawar | Belanja Jadi Self Reward | Mendalami Prinsip Minimalis

Rilis
Rombak Jajaran Direksi, Kimia Farma Diagnostika Fokus Benahi Internal

Rombak Jajaran Direksi, Kimia Farma Diagnostika Fokus Benahi Internal

Whats New
Pemerintah Masih Terima Aduan THR hingga 20 Mei 2021

Pemerintah Masih Terima Aduan THR hingga 20 Mei 2021

Whats New
Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Whats New
Peredaran Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 154,5 Triliun

Peredaran Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 154,5 Triliun

Whats New
Profil Kimia Farma Diagnostik, Cucu BUMN yang Semua Direksinya Dipecat

Profil Kimia Farma Diagnostik, Cucu BUMN yang Semua Direksinya Dipecat

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X