Produk Panel Surya asal Indonesia Bebas Bea Masuk ke India

Kompas.com - 27/08/2020, 11:24 WIB
Ilustrasi:Panel  surya di PLTS Daruba KOMPAS.com/Yoga Hastyadi WidiartantoIlustrasi:Panel surya di PLTS Daruba

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah India membebaskan produk panel surya (solar cell) Indonesia dari perpanjangan pengenaan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP/safeguard duty).

Keputusan tersebut diambil Directorate General of Trade Remedies (DGTR) selaku otoritas India berdasarkan laporan temuan akhir atas penyelidikan peninjauan kembali (review) BMTP produk sel surya yang dirilis pada 18 Juli 2020.

Adapun sel surya adalah komponen yang mampu mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik.

Baca juga: Mau Tahu Perkiraan Biaya Pasang Panel Surya? Cek Ini

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menjelaskan, pembebasan perpanjangan pengenaan bea masuk tersebut dikarenakan pangsa pasar impor Indonesia di India untuk produk sel surya Indonesia masih berada di batas aman atau berada di bawah 3 persen.

"Keputusan tersebut dapat menjadi momentum bagi eksportir tanah air untuk meningkatkan ekspor sel surya ke India," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (27/8/2020).

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Didi Sumedi menambahkan, Indonesia perlu terus menggenjot kinerja ekspor sel surya sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi saat ini.

Menurutnya, produk sel surya maupun panel surya buatan Indonesia sudah berkualitas internasional, sehingga mampu bersaing dengan China dan negara-negara pemasok utama di India.

"Sehingga kami akan terus mendorong agar para produsen dapat meningkatkan ekspornya ke India," kata Didi.

Adapun penyelidikan review BMTP sel surya dilakukan karena industri dalam negeri India mengalami kerugian akibat lonjakan impor sel surya. Pemerintah Indonesia pun terus berupaya agar lolos dari kebijakan pengenaan BMTP oleh India.

DGTR India menginisiasi penyelidikan tersebut sejak 3 Maret 2020 atas permohonan Indian Solar Manufacturer’s Association (ISMA). Penyelidikan ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan BMTP selama dua tahun yang berakhir pada 29 Juli 2020.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X