Soal Vaksin Covid-19, RI Buka Peluang Gandeng Yayasan Bill Gates

Kompas.com - 27/08/2020, 15:39 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020). Dok. Divisi Humas PolriMenteri BUMN Erick Thohir di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia tengah menjalin kerja sama dengan perusahaan farmasi asal China dan Uni Emirat Arab (UAE) dalam pengembangan vaksin Covid-19.

Ketua Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir mengatakan, selain dengan dua negara tersebut pihaknya juga terbuka dengan negara lainnya. Termasuk dengan yayasan milik Bill Gates.

“Kami tetap mengontak kerja sama dengan negara lain yang memang kita sudah kerja samakan dengan Bio Farma, baik AstraZeneca dari Eropa ataupun dari Amerika bersama Bill & Melinda Gates Foundation yang bekerja sama dengan beberapa perusahaan Amerika,” ujar Erick di Komisi IX DPR RI, Kamis (27/8/2020).

Baca juga: Pemerintah Buka Opsi Vaksin Covid-19 Gratis dan Berbayar


Kendati begitu, lanjut Erick, pemerintah tetap memprioritaskan pengembangan vaksin Covid-19 di dalam negeri. Jika Indonesia bisa mandiri, maka tak akan lagi ketergantungan dengan negara lain.

“Kita harapkan bisa menemukan vaksin merah putih kita sendiri, karena dari pengalaman yang sudah berjalan selama ini kita punya kapasitas itu. Tapi karena ini memang ini penyakit baru, kita belum bisa mendapatkan teknologi yang disampaikan,” kata pria yang juga menjabat Menteri BUMN itu.

Indonesia melalui PT Bio Farma tengah mengembangkan vaksin Covid-19 buatan Sinovac asal China. Saat ini, Sinovac tengah melakukan uji klinis tahap tiga di Indonesia, Bangladesh, Arab Saudi dan Turki.

Baca juga: Erick Thohir: Vaksin Covid-19 Ini Jangka Waktunya Masih yang 6 Bulan sampai 2 Tahun...

Selain dengan Sinovac, Indonesia juga menjalin kerja sama terkait vaksin Covid-19 dengan perusahaan asal Uni Emirat Arab (UAE), G42. Untuk G42, melakukan uji klinis sendiri di UEA.

Indonesia telah mengirim tim ke UEA untuk memantau uji klinis tersebut.

Jika proses uji klinis itu berjalan mulus, ditargetkan di awal 2021 sudah bisa dilakukan imunisasi massal bagi masyarakat Indonesia.

Baca juga: OJK Setuju Restrukturisasi Kredit Diperpanjang, tetapi...



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X