Sri Mulyani: Butuh 8 Triliun Dollar AS untuk Tangani Covid-19 Global

Kompas.com - 27/08/2020, 16:54 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019).
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan jumlah kebutuhan anggaran yang dibutuhkan oleh seluruh negara di dunia untuk menyelesaikan masalah pandemi virus corona (Covid-19), baik dari sisi kesehatan, sosial hingga ekonomi.

Bendahara Negara itu mengungkapkan, setidaknya dari seluruh kebijakan yang diberlakukan oleh negara-negara di dunia, anggaran yang dibutuhkan sebesar 8 triliun dollar AS. Angka tersebut setara dengan Rp 117.600 triliun (kurs Rp 14.700).

"Dalam hitungan International Monetary Fundd (IMF), lebih dari 8 triliun dollar AS (untuk penanganan pandemi Covid-19 global)," ujar Sri Mulyani dalam webinar yang diadakan oleh Mahkamah Agung secara virtual, Kamis (27/8/2020).

Baca juga: 1.642 Hotel Tutup akibat Pandemi, Kadin: Kalau Mau Beli, Sekarang Lagi Murah

"Hal itu setara dengan delapan kali PDB Indonesia, adalah resources atau sumber daya yang digunakan untuk menangani dan kemudian mengatasi Covid-19 tidak hanya dari sisi kesehatan, tapi juga dari sisi ekonomi dan sosial," sambung dia.

Sri Mulyani pun mengungkapkan, angka 8 triliun dollar AS tersebut juga setara dengan sekitar 10 persen dari seluruh PDB dunia.

Untuk diketahui, hingga saat ini kasus pandemi virus corona di dunia telah mencapai lebih dari 23,6 juta kasus dengan angka kematian mencapai lebih dari 814.000 orang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Indonesia sendiri, per 27 Agustus 2020 jumlah kasus terinfeksi telah mencapai sekitar 160.000 orang.

Baca juga: Perkembangan Vaksin Covid-19 Buat Rupiah Ditutup Menguat

"Banyak negara masih terus berupaya untuk menanganinya dan ini belum atau jauh dari tanda-tanda akan selesai," ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan, Covid-19 merupakan bencana kemanusiaan yang telah mempengaruhi seluruh faktor paling penting dalam kehidupan masyarakat untuk berinteraksi, baik secara sosial, politik, kultural serta dari sisi ekonomi.

Jutaan pekerja kehilangan pekerjaan, serta banyak perusahaan yang alami kebangkrutan.

"Seluruh dunia menghadapi ketidakpastian tentang masa depan ini karena kita tidak tahu apakah second wave akan terjadi," ujar Sri Mulyani.

Baca juga: Pemerintah Buka Opsi Vaksin Covid-19 Gratis dan Berbayar



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.