Dampak Covid-19, Sri Mulyani Sebut Indonesia Punya Pengalaman untuk Atasi Krisis

Kompas.com - 27/08/2020, 18:37 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu (26/2/2020). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan dampak pandemi virus corona ( Covid-19) terhadap perekonomian.  Menurut Bendahara Negara itu, bukan tidak mungkin beragam kasus sengketa bisnis serta pengajuan pailit perusahaan-perusahaan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Dia mengatakan, peranan lembaga yudisial untuk menciptakan rasa keadilan dan kepastian di dunia bisnis menjadi penting.

"Beberapa kasus hukum sering muncul baik yang sedang atau yang akan berpotensi muncul di kemudian hari, tentu kita berharap peranan dari lembaga yudisial menjadi sangat penting di dalam menentukan dan juga menciptakan rasa keadilan dan kepastian. Sengketa bisnis antar pelaku usaha dan pengajuan kepalitan tentu akan kita lihat," ujar Sri Mulyani dalam webinar yang diadakan oleh Mahkamah Agung, Kamis (27/8/2020).

Baca juga: Hadiah Ulang Tahun Paling Berharga Sri Mulyani...

Sri Mulyani pun mengatakan, Indonesia sebenarnya telah memiliki pengalamn terkait penanganan krisis pada era 1997-1998.

Kala itu, terjadi kebangkrutan yang luar biasa masif di Indonesia, baik itu dari sektor usaha, maupun di sektor keuangan.

"Jadi Indonesia memiliki paling tidak pengalaman yang kita harapkan mampu menjadi salah satu yang bisa digunakan oleh semua institusi baik di eksekutif dan yudikatif serta legislatif dalam menangani krisis akibat covid saat ini," ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani pun berharap, sistem peradilan di Indonesia khususnya peran Mahkamah Agung, bisa bersama bahu-membahu dalam menangani permasalah yang diakibatkan Covid-19.

"Tentu langkah-langkah pemulihan ekonomi yang telah ditetapkan pemerintah bisa berjalan dengan kepastian hukum sehingga dapat berjalan secara efektif dan cepat memberikan bantuan kepada seluruh lapisan masyarakat dan dunia usaha agar mereka tidak hanya bertahan dar Covid-19 tapi juga memiliki kemampuan untuk kembali pulih dari kondisi kedaulatan dan emergency saat ini," ujar dia.

Baca juga: Sri Mulyani: Butuh 8 Triliun Dollar AS untuk Tangani Covid-19 Global



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X