KILAS

Pertengahan 2020, Pendapatan Konsolidasi Telkom Capai Rp 66,9 Triliun

Kompas.com - 28/08/2020, 09:04 WIB
Telkom Indonesia. DOK. TelkomTelkom Indonesia.

Menurut Heri, pencapaikan Telkom tersebut tidak lepas dari kebijakan perusahaan untuk fokus pada lini bisnis yang memiliki profitabilitas lebih tinggi.

Untuk mengembangkan bisnis digital platform misalnya, Telkom membangun 22 lokasi data center yang tumbuh cukup kuat, serta melakukan groundbreaking data center tier 3 dan 4, yang tahap pertamanya diperkirakan mulai beroperasi pada pertengahan 2021.

Baca juga: Di Tengah Pandemi Covid-19, Telkom Percepat Proses Digitalisasi

Tak hanya itu, untuk mendukung aktivitas bisnis dan memastikan layanan terbaik bagi pelanggan, Telkom terus membangun infrastruktur telekomunikasi. Salah satunya fiber-based backbone yang menjangkau 165,850 kilometer (km) dan 228.066 unit Base Transceiver Station (BTS).

Sementara itu, untuk mendongkrak porsi pendapatan bisnis digital, Telkom mengembangkan beberapa inisiatif digital seperti beragam produk dan solusi digital.

Hingga akhir Juni 2020, Telkom pun telah mengelola sekitar 152 produk digital aktif mulai dari Amoeba, Indigo, dan Tribe yang merupakan sarana pengelolaan inovasi perusahaan.

Inisiatif digital lainnya yang dilakukan Telkom adalah pembentukan MDI Ventures pada 2015.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Gerakkan UMKM, Telkom Inisisasi Program Bangga Kripik, Kopi, dan Sambal Indonesia

Sebagai informasi, MDI adalah inisiatif modal ventura oleh Telkom, yang menyediakan modal tahap awal (seed capital) hingga modal untuk pertumbuhan (growth capital) bagi perusahaan-perusahaan startup skala kecil dan menengah di Asia Tenggara maupun global.

Sejauh ini, MDI telah berinvestasi pada 43 startup dari 12 negara. Bahkan beberapa waktu lalu, MDI mengumumkan penyaluran dana investasi baru sebesar 500 juta dollar AS.

Secara tidak langsung, Covid-19 memang mengharuskan Telkom mempercepat upaya transformasi menjadi perusahaan telekomunikasi digital.

Telkom pun menangkap peluang tersebut dengan menghadirkan solusi melalui beragam layanan digital yang didukung digital connectivity dan digital platform yang kuat, termasuk pembangunan infrastruktur yang dianggarkan dari belanja modal perusahaan (capital expenditure).

Baca juga: Sikap Telkom pada Platform OTT: Intervensi Melalui Regulasi Demi Kedaulatan Nasional

Nantinya, hasil dari upaya-upaya tersebut akan dimanfaatkan untuk penguatan seluruh lini bisnis baik mobile related business, fixed broadband, dan sebagainya.

“Pandemi mengharuskan Telkom melakukan tiga hal yaitu mempercepat proses transformasi, meminimalkan dampak pandemi terhadap bisnis, serta mengakselerasi bisnis platform dan layanan digital. Hal tersebut agar ke depannya Telkom tetap dapat bertahan dengan memberi kinerja yang semakin sehat dan profitable,” kata Heri.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.