Ini Alasan Erick Thohir Pilih Calon Vaksin dari China untuk di Indonesia

Kompas.com - 28/08/2020, 13:37 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kiri) saat meninjau fasilitas produksi vaksin COVID-19 di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020). Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan PT Bio Farma (Persero) telah mampu memproduksi vaksin COVID-19 dengan kapasitas 100 juta vaksin. ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTOMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kiri) saat meninjau fasilitas produksi vaksin COVID-19 di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020). Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan PT Bio Farma (Persero) telah mampu memproduksi vaksin COVID-19 dengan kapasitas 100 juta vaksin.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir mengungkapkan alasan lebih memilih vaksin Covid-19 dari China untuk dilakukan uji klinis tahap III di Indonesia.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu, China merupakan negara pertama yang mengalami pandemi Covid-19.

“Cuma memang kebetulan kita lihat apa yang dilakukan China sangat terdepan, karena mungkin mereka yang kena duluan. Dari situ kita coba kontak beberapa perusahaan yang ada di China,” ujar Erick seperti dikutip Kompas.com dalam acara Rosi yang tayang di KompasTV, Jumat (28/8/2020).

Baca juga: Mau Dapat Vaksin Covid-19 dari Pemerintah, Masyarakat Harus Bayar?

Selain dengan China, lanjut Erick, Indonesia juga coba menjalin kerja sama dengan WHO, CEPI, Melinda and Bill Gates Foundation dan Uni Emirat Arab terkait vaksin Covid-19.

Menurut dia, gerak cepat itu dilakukan agar Indonesia tak ketinggalan dengan negara lainnya dalam mendapatkan vaksin corona.

“WHO bilang kebutuhan vaksin dunia itu 16 miliar untuk 3 tahun ke depan, sedangkan total produksi dunia, mungkin saya salah angkanya, mungkin ya enggak lebih 4-5 miliar. Berarti kan ada kekurangan nanti. Nah makanya kenapa kita agresif, jemput bola,” kata dia.

Mantan bos Inter Milan itu menjelaskan, vaksin dari negara lain merupakan solusi jangka pendek bagi Indonesia. Ke depannya, Indonesia akan mengembangkan vaksin sendiri.

Baca juga: Erick Thohir Sebut Vaksin Covid-19 Bukan untuk Anak-anak

“Kan kalau ada apa-apa dengan negara kita yang rugi kita juga. Ya tidak ada salahnya kita agresif, berinovasi, sambil menunggu vaksin merah putih. Karena ini kan jangka pendek, jangka panjangnya kita harus vaksin mandiri tentunya,” ucap dia.

Diketahui, Indonesia sendiri melalui PT Bio Farma tengah mengembangkan vaksin Covid-19 buatan Sinovac asal China. Saat ini, Sinovac tengah melakukan uji klinis tahap tiga di Indonesia, Bangladesh, Arab Saudi, dan Turki.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X