Ini Strategi Menhub untuk Ramaikan Bandara Internasional Yogyakarta

Kompas.com - 28/08/2020, 16:17 WIB
Peresmian Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Jumat (28/8/2020)  dok AP IPeresmian Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Jumat (28/8/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui, Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo, DIY Yogyakarta, masih sepi penumpang.

Pernyataan tersebut disampaikan pada saat peresmian secara langsung yang dilakukan oleh Jokowi, hari ini, Jumat (28/8/2020).

Merespon hal tersebut, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan, pihaknya siap meningkatkan dukungan transportasi antarmoda untuk, guna memudahkan pergerakan penumpang dari YIA menuju kota Yogyakarta dan destinasi wisata.

Baca juga: Bandara Baru Yogyakarta Punya Tower ATC yang Tahan Gempa dan Tsunami

Melalui langkah tersebut, diharapkan jumlah penumpang YIA dapat terus meningkat ke depannya.

"Dengan adanya konektivitas antarmoda ini kami harap dapat memulihkan perekonomian nasional dengan menarik lebih banyak wisatawan ke Yogyakarta," kata Budi, dalam keterangan tertulis, Jumat.

Lebih lanjut, mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) itu menjabarkan, berbagai moda transportasi yang telah disiapkam adalah, Damri, SetelQu, taksi bandara, taksi online, dan kereta api melalui stasiun Wojo (sekitar 10 menit dari Bandara).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan, nantinya kereta api tersebut akan langsung terintegrasi dengan area YIA.

"Kami optimistis ke depannya Bandar Udara Internasional Yogyakarta mampu memberikan dampak/multiplier effect positif bagi perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di wilayah Yogyakarta, sekitarnya, dan Indonesia pada umumnya," tutur Budi.

Sebelumnya diberitakan, Jokowi memaklumi Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport yang baru diresmikannya masih sepi penumpang.

Sebab, pandemi virus corona Covid-19 masih terjadi sehingga masyarakat cenderung enggan  melakukan perjalanan bisnis maupun pariwisata.

"Kita tahu memang ini masih dalam kondisi pandemi jadi kalau belum ramai, saya maklum," kata Jokowi.

Namun, dia yakin bandara ini bisa kembali ramai penumpang setelah setelah keadaan kembali normal dengan adanya vaksin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X