Siap-siap, Pendaftaran Gelombang 7 Kartu Prakerja Dibuka Pekan Ini

Kompas.com - 31/08/2020, 15:27 WIB
Kartu Prakerja prakerja.go.idKartu Prakerja
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Manajemen Pelaksana Program (Project Management Office/PMO) Kartu Prakerja telah menutup pendaftaran untuk gelombang 6 pada hari ini, Senin (31/8/2020).

Namun, untuk pendaftar yang ternyata belum mendaftar atau tidak lolos dalam proses pendaftaran gelombang 6 bisa mencoba peruntungan di gelombang berikutnya, yakni gelombang 7.

Head of Communications Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Louisa Tuhatu mengatakan, pendaftaran gelombang 7 akan dibuka pada pekan ini.

"Pengumuman pendaftaran gelombang 7 akan segera kami umumkan dalam pekan ini," ujar dia ketika dihubungi Kompas.com.

Baca juga: Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 6 Ditutup, Sisa Kuota Tinggal 2,6 Juta Peserta

Namun demikian, pihaknya tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai waktu dan hari dari pembukaan pendaftaran gelombang 7 program Kartu Prakerja.

Louisa pun berharap, bila PMO bisa konsisten membuka pendaftaran dengan kuota 800.000 orang pada setiap gelombang, maka target 5,6 juta peserta program Kartu Prakerja akan tercapai dengan empat gelombang pendaftaran lagi.

Pasalnya, dengan memasukkan 800.000 peserta pada gelombang 6, hingga saat ini sudah ada 3,08 juta orang yang lolos sebagai peserta program Kartu Prakerja.

Rinciannya meliputi 168.111 peserta gelombang 1, 288.154 peserta gelombang 2, 224.615 peserta gelombang 3, 800.000 gelombang 4, dan 800.000 gelombang 5.

Baca juga: Daftar Lelang Rumah di Bekasi, Harga Mulai Rp 200 Jutaan

"Kalau kami bisa konsisten dengan 800.000 per gelombang, maka betul dalam 4 gelombang lagi kuota 5,6 juta peserta akan terpenuhi," kata Loisa.

Untuk diketahui, peserta Kartu Prakerja akan mendapatkan insentif berupa bantuan dari pemerintah sebesar Rp 3,55 juta.

Rinciannya, peserta akan mendapatkan uang bantuan pelatihan sebesar Rp 1 juta, insentif pasca pelatihan Rp 600.000 per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp 50.000 untuk tiga kali. Secara keseluruhan, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp20 triliun untuk program tersebut.

Dana itu digunakan untuk biaya pelatihan sebesar Rp 5,6 triliun, insentif sebesar Rp 13,45 triliun, dana survei Rp 840 miliar, PMO Rp 100 juta.

Baca juga: Anda Jadi Generasi Sandwich? Begini Cara Memutus Rantainya



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X