IHSG Diyakini Bisa Tembus Level 6.000 pada Akhir 2020

Kompas.com - 31/08/2020, 16:00 WIB
Ilustrasi: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan menembus level 6.000 pada akhir tahun 2020. Hal ini disampaikan oleh Chief Economist Tanamduit Fery Latuhihin melalui video konferensi, Senin (31/8/2020).

Menurut Ferry, nilai indeks terus menunjukkan tren positif. Indeks bahkan tetap naik walaupun mengalami fluktuasi pada akhir Maret lalu dari level 3.900 kemudian, saat ini sudah level 5.300.

“Saya masih pikir kalau indeks kita bisa naik ke 6.000 pada akhir tahun kalau tidak ada apa-apa,” kata Ferry.

Baca juga: IHSG Sore Ini Ditutup Jeblok 2 Persen, Rupiah Perkasa

Ia menilai, kenaikan indeks merupakan dampak positif dari kesinambungan aturan pemerintah dalam menyeimbangi pembatasan sosial dengan stimulus. Ia menilai kebijakan demi kebijakan yang digelontorkan pemerintah cukup membantu.

Misalkan saja gelontoran dana PEN yang diharapkan mampu memompa permintaan. Dengan begitu, ia menilai proyeksi Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenai pertumbuhan ekonomi minus 2 persen bisa terkoreksi menjadi sekitar minus 0,5 persen.

Di sisi lain, kompromi antara BI dan pemerintah dalam menerbitkan surat utang dalam menolong ekonomi Indonesia juga patut diapresiasi. Pekan lalu pemerintah menerbitkan SR013 dengan tenor 2 tahun 11 bulan dengan bunga per tahun 6,03 persen.

Baca juga: Siap-siap, Pendaftaran Gelombang 7 Kartu Prakerja Dibuka Pekan Ini

“Ini sudah sampai pada kondisi negara yang berutang kepada rakyatnya, tapi hal ini juga serupa dengan negara lain," ujar dia.

Ia menjelaskan proyeksi IHSG dapat menumbuhkan kepercayaan konsumen di tahun selanjutnya.

Walau resesi ekonomi di kuartal III-2020 tidak terelakkan, namun ia mengatakan tidak mustahil pertumbuhan ekonomi bisa 6,6 persen sebagai bentuk dari konsumsi yang tertunda.

Baca juga: Warren Buffet Borong Saham 5 Perusahaan Jepang senilai 6 Miliar Dollar AS



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X