Damai dengan Klien, CEO Jouska Sebut Sudah Gelontorkan Rp 13 Miliar

Kompas.com - 01/09/2020, 14:00 WIB
CEO PT Jouska Financial Indonesia Aakar Abyasa Fidzuno dalam acara konferensi pers mengenai kasus investasi klien Jouska, Selasa (1/9/2020). PR JOUSKACEO PT Jouska Financial Indonesia Aakar Abyasa Fidzuno dalam acara konferensi pers mengenai kasus investasi klien Jouska, Selasa (1/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendiri dan CEO PT Jouska Finansial Indonesia, Aakar Abyasa Fidzuno mengatakan telah menggelontorkan uang sebesar Rp 13 miliar untuk penyelesaian kasus investasi klien Jouska.

Ia menjelaskan, saat ini ada 63 klien yang protes atau mengajukan dispute kepada Jouska. Dari jumlah tersebut, sebanyak 46 klien disebut sudah sepakat untuk menyelesaikan masalah dengan melakukan kesepakatan damai.

"Jumlah uang yang sudah dikeluarkan untuk langkah damai sampai saat ini berjumlah Rp 13 miliar," ungkapnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/9/2020).

Baca juga: Garuda Izinkan Penumpang Duduk Berdampingan di Pesawat, Ini Syaratnya

Aakar menjelaskan, kesepakatan damai dilakukan dengan bentuk yang beragam. Ia bilang, ada klien yang meminta untuk melakukan pembelian kembali atau buyback saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK).

Kemudian ada juga klien yang dalam kesepakatan meminta untuk sekedar mengurangi keuntungan investasi saham yang hilang. Tetapi disebut ada pula klien yang menerima risiko kerugian akibat investasi di LUCK.

"Ada juga klien yang mengerti bahwasanya ini adalah kerugian investasi di pasar saham dan mereka tidak bisa menuntut," kata Aakar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti diketahui, Jouska tengah menjadi sorotan karena perusahaan penyedia jasa penasihat keuangan (finansial advisor) ini dianggap merugikan kilennya, karena diduga melakukan penempatan dana klien secara serampangan.

Baca juga: Disebut Tak Patuh Protokol Kesehatan di Pesawat, Ini Jawaban Batik Air

Beberapa klien menuding Jouska mengarahkan kliennya menandatangani kontrak pengelolaan rekening dana investor (RDI) dengan perusahaan yang berafiliasi dengan Jouska terkait pengelolaan dana investasi, yakni PT Mahesa Strategis Indonesia (MSI).

Dalam perkembangannya, dana investasi para klien tersebut dipakai oleh Mahesa untuk membeli beberapa saham dan reksadana, salah satunya pembelian saham LUCK. Namun, pergerakan saham LUCK yang awalnya cuan dalam 8 bulan, lalu anjlok hingga menyebabkan kerugian pada portofolio klien Jouska.

Aakar mengatakan, Mahesa adalah semacam klub trading yang berisi kumpulan broker saham berlisensi, di mana ia merupakan pemegang saham mayoritas pasif, jadi tak terlibat dalam operasional perusahaan.

Baca juga: Daya Beli Terpukul, RI Catat Inflasi Tahunan Terendah sejak Mei 2000

Ia mengatakan, sebanyak 328 klien Jouska yang menandatangani surat kesepakatan bersama dengan Mahesa. Namun, hanya 63 yang melakukan komplain.

Sehingga, persentase klien yang mengajukan komplain tidak sampai 5 persen dari jumlah klien aktif Jouska sejak awal 2020 yang sudah mencapai 1.700 klien.

"Saya memilih solusi berupa kesepakatan damai supaya masalah ini cepat selesai tanpa ada kegaduhan lagi di industri keuangan. dan semoga ini kesepakatan damai yang bisa diterima sebagi solusi terbaik bagi klien," ungkap Aakar.

Baca juga: Terseret Kasus Jouska, Ini Kata Phillip Sekuritas



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.