Bank Dunia: 93 Persen Perusahaan Indonesia Tidak Menerima Stimulus Covid-19

Kompas.com - 01/09/2020, 15:50 WIB
Seorang pegawai memeriksa kondisi mesin cetak dan kertasnya di sebuah perusahaan media massa di Kota Pekanbaru, Riau, Senin (27/7/2020). Pemerintah Indonesia memastikan industri media mendapat insentif untuk mengatasi dampak COVID-19 di antaranya penghapusan pajak pertambahan nilai kertas, penangguhan beban listrik, penangguhan kontribusi BPJS Ketenagakerjaan, keringanan cicilan pajak korporasi, membebaskan pajak penghasilan karyawan dan menginstruksikan kementerian untuk mengalihkan anggaran belanja iklan ke media lokal. ANTARA FOTO/FB ANGGOROSeorang pegawai memeriksa kondisi mesin cetak dan kertasnya di sebuah perusahaan media massa di Kota Pekanbaru, Riau, Senin (27/7/2020). Pemerintah Indonesia memastikan industri media mendapat insentif untuk mengatasi dampak COVID-19 di antaranya penghapusan pajak pertambahan nilai kertas, penangguhan beban listrik, penangguhan kontribusi BPJS Ketenagakerjaan, keringanan cicilan pajak korporasi, membebaskan pajak penghasilan karyawan dan menginstruksikan kementerian untuk mengalihkan anggaran belanja iklan ke media lokal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Dunia menyatakan, mayoritas perusahaan di Indonesia tidak menerima insentif yang telah disediakan oleh pemerintah guna meredam dampak pandemi Covid-19.

Pernyataan tersebut disampaikan berdasarkan hasil survei yang dilakukan Bank Dunia terhadap 850 perusahaan nasional.

Tim Peneliti Bank Dunia, Aufa Doarest, mengatakan, dari 850 perusahaan yang diwawancara, hanya 7 persen di antaranya yang mengaku mendapatkan insentif dari pemerintah.

 

Baca juga: Pemerintah Diminta Sasar UMKM Kelas Menengah Rentan yang Belum Dapat Stimulus

Bantuan tersebut utamanya didominasi oleh jenis bantuan lainnya (other assistance), kemudian disusul oleh bantuan fiskal (fiscal assistance) dan bantuan kredit (fiscal assistance).

"Other assistance itu termasuk social asisstance (bantuan sosial)," katanya, dalam sebuah diskusi virtual, Selasa (1/9/2020).

Sementara itu, 93 persen perusahaan lainnya mengaku tidak menerima bantuan dari pemerintah. Mayoritas perusahaan-perusahaan tersebut mengaku tidak mengetahui keberadaan dari berbagai insentif yang telah disiapkan pemerintah.

"Dari 93 persen perusahaan yang tidak menerima bantuan, mayoritas tidak alasan tidak menerima ini karena mereka tidak tahu mengenai program tersebut," ujar Aufa.

Lebih lanjut Aufa menjabarkan, 53 persen perusahaan yang mengaku tidak mendapatkan bantuan pemerintah, beralasan tidak mengetahui keberadaan program-program insentif.

 

Baca juga: Luhut: Bank Dunia Melihat Indonesia Jauh Lebih Mudah Pulih...

Kemudian 21 persen lainnya mengaku tidak tahu kenapa harus mengambil program bantuan, 5 persen diantaranya tidak berhak menerima bantuan, 4 persen mengaku tidak membutuhkan, 6 persen lain sudah mengajukan tapi ditolak, dan 4 persen sisanya merasa kesulitan untuk mendaftar.

"Di sini isunya lebih karena enggak sadar," katanya.

Oleh karenanya, Bank Dunia menyarankan kepada pemerintah untuk memperbaiki komunikasi dengan para pelaku usaha nasional agar dapat meningkatkan efektifitas program-program bantuan yang telah disiapkan.

Senada dengan Bank Dunia, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia), Rosan Roeslani menyebutkan, kurang maksimalnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah mengakibatkan rendahnya angka penyerapan program insentif pemulihan ekonomi nasional (PEN).

"Kebijakan pemerintah yang sudah baik ini harus dilakukan sosialisasi secara masif," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X