Sri Mulyani Proyeksikan Inflasi Hingga Akhir Tahun di Bawah 2,5 Persen

Kompas.com - 01/09/2020, 21:25 WIB
Ilustrasi wartawan mewawancarai pejabat ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAIlustrasi wartawan mewawancarai pejabat

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik ( BPS) melaporkan pada Agustus 2020 Indonesia kembali mencatatkan deflasi, yakni sebesar 0,05 persen.

Artinya, Indonesia selama dua bulan berturut-turut mencatatkan deflasi setelah pada bulan Juli lalu juga mencatatkan deflasi sebesar 0,1 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun mengatakan, hingga akhir tahun tingkat inflasi bakal berada di bawah kisaran 2,5 persen.

"Sampai Agustus deflasi, sehingga untuk inflasi 2020 diperkirakan di bawah 2,5 persen," ujar Sri Mulyani ketika memberikan paparan di Badan Anggaran DPR RI, Selasa (1/9/2020).

Baca juga: Daya Beli Terpukul, RI Catat Inflasi Tahunan Terendah sejak Mei 2000

Lebih lanjut Bendahara Negara itu menjelaskan, rendahnya inflasi disebabkan oleh permintaan yang turun tajam akibat pandemi Covid-19.

Sri Mulyani mengatakan pada tahun 2021 mendatang dengan perekonomian yang mengalami pemulihan maka akan terjadi peningkatan dari sisi permintaan.

Namun demikian, pihaknya akan mengantisipasi adanya tekanan pada harga-harga.

"Oleh karena itu dari sisi ketersediaan pasokan akan terus dilakukand ukungan sehingga stablitas harga, terutama pangan, bisa teteap terjaga," ujar Sri Mulyani.

"Administered prices (harga-harga yang diatur pemerintah) juga tetap akan dilakukan kebijakan yang akomodatif sehingga bisa menjaga pemulihan dan stabilitas," jelas dia.

Baca juga: CSIS: Inflasi Rendah karena Daya Beli Masyarakat Menurun

Sebelumnya, Kepala BPS Suhariyanto memaparkan akibat deflasi yang dialami selama dua bulan berturut-turut, inflasi tahun kalender (year to date/ytd) menjadi 0,93 persen, dan inflasi secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 1,32 persen.

Menurut dia, inflasi tahunan sebesar 1,32 persen menunjukkan pandemi Covid-19 menghantam sisi demand (permintaan) sehingga daya beli masyarakat menurun.

Inflasi tahunan 1,32 persen ini merupakan angka terendah sejak bulan Mei tahun 2000. "Kalau lacak perkembangan mundur, terendah sejak Mei tahun 2000 dengan inflasi 1,2 persen," kata Suhariyanto.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X