Kompas.com - 02/09/2020, 11:00 WIB
CEO PT Jouska Financial Indonesia Aakar Abyasa Fidzuno dalam acara konferensi pers mengenai kasus investasi klien Jouska, Selasa (1/9/2020). PR JOUSKACEO PT Jouska Financial Indonesia Aakar Abyasa Fidzuno dalam acara konferensi pers mengenai kasus investasi klien Jouska, Selasa (1/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - CEO PT Jouska Finansial Indonesia (Jouska) Aakar Abyasa Fidzuno akhirnya muncul ke publik. Ia datang dengan membawa sejumlah penjelasan soal kasus investasi klien Jouska, penyelesaiannya, hingga tujuannya sempat berganti nama.

Kasus Jouska mencuat pada akhir Juli 2020 ketika beberapa kliennya mengungkapkan keluhan-keluhan di media sosial yang kemudian menjadi viral. Perusahaan penyedia jasa penasihat keuangan (financial advisor) ini dianggap merugikan kilennya karena melakukan penempatan dana klien secara serampangan.

Kasus bermula ketika Jouska dianggap mengarahkan kliennya menandatangani kontrak pengelolaan rekening dana investor (RDI) dengan PT Mahesa Strategis Indonesia (Mahesa), terkait pengelolaan dana investasi. Belakangan diketahui, Mahesa merupakan perusahaan yang sahamnya terafiliasi dengan Jouska.

Baca juga: E-commerce Blanja.com Milik Telkom Ditutup, Ini Cara Tarik Saldonya

Dalam perkembangannya, dana investasi para klien tersebut dipakai Mahesa untuk membeli beberapa saham dan reksadana, salah satunya pembelian saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK). Pergerakan saham LUCK yang awalnya cuan dalam 8 bulan, kemudian anjlok hingga menyebabkan kerugian pada portofolio klien Jouska.

Sejak 25 Juli 2020, Satgas Waspada Investasi (SWI) menghentikan operasional Jouska yang diduga dalam bisnisnya melakukan kegiatan penasehat investasi, manajer investasi, atau perusahaan sekuritas tanpa izin. SWI memblokir situs, web, aplikasi, dan media sosial Jouska melalui Kemkominfo.

Berikut beberapa pernyataan Aakar dalam konferensi pers yang diselenggarakannya pada Selasa (1/9/2020) kemarin, terkait kasus investasi klien Jouska:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Tarif Tol Cipularang untuk Mobil Naik, Ini Rinciannya

1. Pemilik saham mayoritas Mahesa, tapi klaim tak ada kerja sama dengan Jouska

Aakar menjelaskan, Mahesa adalah semacam klub trading yang berisi kumpulan broker saham berlisensi, di mana dirinya merupakan pemegang saham mayoritas pasif. Ia bahkan mengaku sebagai komisaris Mahesa.

Namun karena dirinya pemegang saham yang pasif, Aakar bilang ia tidak terlibat dalam operasional Mahesa.

Menurutnya, Jouska dan Mahesa merupakan dua entitas berbeda dan tidak ada perjanjian kerja sama antara keduanya. Kata dia, Jouska tidak pernah menerima komisi atas transaksi saham yang dikelola oleh Mahesa, walaupun sebagian klien Mahesa berasal dari referensi Jouska.

"Jouska dan Mahesa juga berada di dua lokasi kantor yang berbeda dan kita tidak punya perjanjian kerja sama," kata Aakar.

Baca juga: Daftar Pelanggan PLN yang Tarif Listriknya Tidak Turun

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Direktur Indomaret Meninggal akibat Kecelakaan | Kapan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi

[POPULER MONEY] Direktur Indomaret Meninggal akibat Kecelakaan | Kapan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi

Whats New
Kapal Kandas di Lombok Timur, KKP Minta Perusahaan Tanggung Jawab Pulihkan Terumbu Karang

Kapal Kandas di Lombok Timur, KKP Minta Perusahaan Tanggung Jawab Pulihkan Terumbu Karang

Whats New
Harta Elon Musk Setara Total Kekayaan Bill Gates dan Warren Buffett

Harta Elon Musk Setara Total Kekayaan Bill Gates dan Warren Buffett

Whats New
Cara Isi Saldo OVO Lewat M-Banking BCA, BRI, BNI, dan Bank Mandiri

Cara Isi Saldo OVO Lewat M-Banking BCA, BRI, BNI, dan Bank Mandiri

Whats New
 Apa Itu Reksa Dana Indeks?

Apa Itu Reksa Dana Indeks?

Spend Smart
Apakah yang Dimaksud dengan Distribusi dan Distributor?

Apakah yang Dimaksud dengan Distribusi dan Distributor?

Whats New
Mengenal Beda ETF dan Reksa Dana Biasa yang Perlu Kamu Tahu

Mengenal Beda ETF dan Reksa Dana Biasa yang Perlu Kamu Tahu

Spend Smart
Baragam Faktor Utama Pendukung Keberhasilan Usaha

Baragam Faktor Utama Pendukung Keberhasilan Usaha

Work Smart
Direktur Indomaret Yan Bastian Meninggal Akibat Kecelakaan di Tol Cipularang

Direktur Indomaret Yan Bastian Meninggal Akibat Kecelakaan di Tol Cipularang

Whats New
Cara Mengisi Shopeepay di Alfamart dan Indomaret

Cara Mengisi Shopeepay di Alfamart dan Indomaret

Spend Smart
Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, Serta Biaya-biaya Lainnya

Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, Serta Biaya-biaya Lainnya

Whats New
Program Makmur Integrasikan Petani dengan BUMN, Erick Thohir: Tidak Mungkin Kita Berdiri Sendiri

Program Makmur Integrasikan Petani dengan BUMN, Erick Thohir: Tidak Mungkin Kita Berdiri Sendiri

Rilis
Siap-siap, Kemensos Bakal Cairkan Bansos Rp 74,08 Triliun Tahun 2022

Siap-siap, Kemensos Bakal Cairkan Bansos Rp 74,08 Triliun Tahun 2022

Whats New
Dengan Program Makmur Pupuk Kaltim, Pendapatan Petani Padi di Banyuwangi Naik Jadi Rp 24 Juta per Hektare

Dengan Program Makmur Pupuk Kaltim, Pendapatan Petani Padi di Banyuwangi Naik Jadi Rp 24 Juta per Hektare

Rilis
Apa Itu PPN: Definisi, Tarif, Pemungut, dan Objek Pajaknya

Apa Itu PPN: Definisi, Tarif, Pemungut, dan Objek Pajaknya

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.