Kompas.com - 02/09/2020, 12:48 WIB
Unit pembangkit listrik PLN di Air Anyir, Bangka, Sabtu (19/1/2019). KOMPAS.com/HERU DAHNURUnit pembangkit listrik PLN di Air Anyir, Bangka, Sabtu (19/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan tarif listrik untuk 7 golongan pelanggan nonsubsidi.

PT PLN (Persero) pun mengaku siap melaksanakan kebijakan yang akan berlangsung sejak Oktober hingga Desember 2020 tersebut.

Lantas, bagaimana nasib keuangan PLN dengan adanya penurunan tarif listrik untung golongan tegangan rendah itu?

Baca juga: Ini Alasan Pemerintah Turunkan Tarif Listrik

Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan, mengatakan, penurunan tarif listrik akan berdampak terhadap arus kas PLN. Pasalnya, perusahaan plat merah itu perlu melakukan penyesuaian tarif dengan biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik.

"Apakah ini menggangu keuangan? Saya kira pasti akan terdampak juga meskipun ini hanya sampai Desember 2020," katanya, kepada Kompas.com, Rabu (2/9/2020).

Oleh karenanya, Mamit menyarankan kepada PLN untuk melakukan efisiensi BPP tenaga listrik guna mengimbangi penurunan harga di level konsumen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"PLN bisa kembali melakukan efisiensi dan penyesuaian terhadap beban di internal mereka sehingga bisa mengurangi tekanan keuangan," ujarnya.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan ialah dengan memaksimalkan penggunaan bahan bakar pembangkit yang lebih murah, yakni gas dan batubara.

Baca juga: Tarif Listrik Turun, PLN: Silahkan Nikmati...

"Misalnya dengan mengurangi penggunaan pembangkit yang menggunakan solar dengan menggunakan bahan bakar gas atau batubara dimana harga yang lebih murah," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, meminta PLN untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional.

"Sehingga BPP tenaga listrik per kWh dapat diupayakan turun atau minimal tetap dari tahun sebelumnya," ucap Agung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.