Ancaman Resesi, Sri Mulyani Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Minus pada Kuartal III 2020

Kompas.com - 02/09/2020, 14:11 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksi, hingga akhir tahun, pertumbuhan ekonomi berada di kisaran -1,1 persen hingga tumbuh positif 0,2 persen.

Bendahara Negara itu mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III mendatang akan cenderung masuk ke skenario batas bawah.

Dengan demikian, perekonomian RI akan masuk definisi resesi secara teknis, yakni perekonomian negatif dalam dua kuartal berturut-turut. Sebab, pada kuartal II tahun lalu, pertumbuhan ekonomi RI terkontraksi cukup dalam, yakni -5,32 persen.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Dipatok 4,5-5,5 Persen pada 2021, Ini Penjelasan Sri Mulyani

"Kemenkeu memproyeksi pada 2020 pertumbuhan -1,1 persen sampai tumbuh positif 0,2 persen, lower end menunjukkan kuartal III mungkin negative growth," jelas Sri Mulyani ketika memberikan paparan dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (2/9/2020).

Namun demikian, perekonomian RI masih bisa tumbuh positif hingga akhir tahun jika pada kuartal III mendatang pertumbuhan ekonomi berada di zona positif.

"Sedangkan kalau 0,2 persen mengasumsikan di kuartal III dan IV recovery bisa terjadi, lebih untuk kompensasi dari kontraksi di kuartal II," jelas Sri Mulyani.

Sebelumnya, Sri Mulyani juga sempat memaparkan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III mendatang akan mengalami kontraksi hingga 2 persen.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal III dan IV 2020 Diprediksi Masih Minus

Sebab, kinerja perekonomian pada kuartal III tidak sesolid yang dibayangkan. Nyatanya, kinerja ekspor dan impor, hingga indikator tingkat produktivitas manufaktur serta sektor keuangan justru kembali ke zona negatif pada periode Juli 2020.

Sri Mulyani pun mengatakan, kunci utama untuk mengerek kinerja perekonomian pada kuartal III adalah investasi dan konsumsi domestik.

"Kalau indikator di Juli, di kuartal III, terjadi down side risk, suatu risiko nyata. Kuartal-III di kisaran 0 persen hingga negatif 2 persen," jelas Sri Mulyani ketika memberikan paparan dalam konferensi pers APBN KiTa, Selasa (25/8/2020).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X