Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sandiaga Uno Dirikan Startup Kebutuhan Pokok

Kompas.com - 02/09/2020, 14:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemenuhan kebutuhan pokok hal mutlak. Tapi di masa pandemi protokol kesehatan mengharuskan pembatasan jarak.

Ditambah lagi pandemi menyebabnya penurunan daya beli lantaran memukul ekonomi. Nah solusinya, masyarakat harus mendapatkan kebutuhan pokok langsung dari produsen.

Maka, pengusaha Sandiaga Uno meluncurkan perusahaan rintisan (startup) bertajuk Sembapur.

Baca juga: Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

"Ini platform online yang menawarkan kebutuhan pokok dengan sumber barang dari tangan pertama, pasokan yang terjamin dan harga terbaik. Saya menggagas Sembapur agar dapat membantu masyarakat kurang mampu. Sekaligus mengajak entrepreneur lain bangkit bersama melalui foodpreneur,” kata Sandiaga, dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, Selasa (1/9).

Kehadiran startup ini juga mengakomodir prioritas utama pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional.

Sembapur dapat bersinergi dengan foodpreneur di beberapa daerah. Sehingga mempercepat terciptanya food estate di daerah tersebut.

Menurut Sandi Uno pihaknya memberikan aksesibilitas, kemudahan, pendampingan dan kompetisi harga. Agar bisnis foodpreneur dapat bertumbuh dan menjadi solusi keberlangsungan bisnis.

Baca juga: Susi Pernah Borong 30 Pesawat, Sandiaga Uno: Kayak Beli Kacang

Sembapur sudah menggandeng BUMD milik Pemprov DKI Jakarta, Food Station Tjipinang Jaya. Untuk sementara Sembapur beroperasi di Jabodetabek.

Ke depan Sembapur dikembangkan di Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jwa Timur. Dan tahun 2021 akan bergerak di Makassar, Sulawesi Selatan dan Medan, Sumatera Utara.

“Dengan memanfaatkan industri 4.0 para pelaku usaha bisa mendapatkan sumber barang dengan pasokan yang terjamin dan harga terbaik, serta pasar yang tidak terbatas. Dengan tumbuhnya pelaku usaha bersama Sembapur maka juga akan membuka lapangan pekerjaan baru,” terang Sandiaga. (Ahmad Febrian)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Sandiaga Uno mendirikan start up sembako, klaim memberikan harga yang bersaing

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sumur Migas di Lepas Pantai Karawang Jawa Barat Siap Dioperasikan

Sumur Migas di Lepas Pantai Karawang Jawa Barat Siap Dioperasikan

Whats New
Pemkab Lamongan Salurkan BPJS Ketenagakerjaan kepada 8.000 Nelayan

Pemkab Lamongan Salurkan BPJS Ketenagakerjaan kepada 8.000 Nelayan

Whats New
Mentan SYL: Badan Karantina Pertanian Bukan Penjaga Pintu, Mereka 'Energizer' Ekspor dan Impor

Mentan SYL: Badan Karantina Pertanian Bukan Penjaga Pintu, Mereka "Energizer" Ekspor dan Impor

Rilis
Hampir Rampung, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Beroperasi Juli 2023

Hampir Rampung, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Beroperasi Juli 2023

Whats New
Ramai Belanja Pakai Voucher Dibatalkan Otomatis, Ini Penjelasan Tokopedia

Ramai Belanja Pakai Voucher Dibatalkan Otomatis, Ini Penjelasan Tokopedia

Whats New
Komisi IV DPR RI Sidak Pabrik Arang di Batam yang Bahan Bakunya dari Mangrove

Komisi IV DPR RI Sidak Pabrik Arang di Batam yang Bahan Bakunya dari Mangrove

Whats New
Anak Buah Luhut Tak Setuju soal Food Estate Humbahas Dianggap Gagal

Anak Buah Luhut Tak Setuju soal Food Estate Humbahas Dianggap Gagal

Whats New
Harga Tiket Kereta Api Dikeluhkan Mahal, KAI: Harganya Bersifat Fluktuatif, Menyesuaikan Permintaan Pelanggan

Harga Tiket Kereta Api Dikeluhkan Mahal, KAI: Harganya Bersifat Fluktuatif, Menyesuaikan Permintaan Pelanggan

Whats New
Food Estate Humbahas Dinilai Belum Optimal, Kementan: Bukan Lahan Tidak Subur, Tapi Butuh Perlakuan Khusus

Food Estate Humbahas Dinilai Belum Optimal, Kementan: Bukan Lahan Tidak Subur, Tapi Butuh Perlakuan Khusus

Whats New
BUMN Indofarma Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3-S1, Simak Kualifikasinya

BUMN Indofarma Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3-S1, Simak Kualifikasinya

Whats New
DPR RI Nilai Pengembangan Food Estate Humbahas Belum Optimal

DPR RI Nilai Pengembangan Food Estate Humbahas Belum Optimal

Whats New
Catat, Pengangguran, Korban PHK hingga Pekerja Bisa Ikut Program Kartu Prakerja

Catat, Pengangguran, Korban PHK hingga Pekerja Bisa Ikut Program Kartu Prakerja

Work Smart
Viral Video Petani Buang-buang Tomat, Kementan: Itu Bukan Petani, Tapi Pedagang

Viral Video Petani Buang-buang Tomat, Kementan: Itu Bukan Petani, Tapi Pedagang

Whats New
Antisipasi Ancaman Krisis pada 2023, Sri Mulyani Pastikan Dukungan Fasilitas dan Insentif untuk Pelaku Usaha

Antisipasi Ancaman Krisis pada 2023, Sri Mulyani Pastikan Dukungan Fasilitas dan Insentif untuk Pelaku Usaha

Whats New
Membaca Arah Kebijakan Kendaraan Listrik

Membaca Arah Kebijakan Kendaraan Listrik

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+