Permintaan Kredit Belum Pulih, Belanja Pemerintah Harus Digenjot

Kompas.com - 02/09/2020, 15:12 WIB
Ilustrasi kredit pemilikan rumah (KPR) THINKSTOCKS/SARINYAPINNGAMIlustrasi kredit pemilikan rumah (KPR)

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Ahli Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kiryanto mengatakan, sisi permintaan (demand) masih menjadi isu besar dalam penyaluran kredit perbankan di tengah pandemi Covid-19.

Adanya pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) dan mulai dibukanya kembali kegiatan ekonomi dirasa belum cukup mengerek sisi permintaan ke level normal.

"Isu besar sekarang ini yang ada di ekonomi nasional adalah demand. Demand riil di masyarakat itu rasanya belum kuat. Bahwa sebagian Pemda sudah melonggarkan PSBB, kegiatan ekonomi dibuka, mal mulai buka, itu bagus tapi belum kembali pada titik normal," kata Kiryanto dalam konferensi video, Rabu (2/9/2020).

Baca juga: OJK: Realisasi Restrukturisasi Kredit Perbankan Sudah Capai Rp 857 Triliun

Kendati demikian, sisi demand ini masih lebih baik dibanding masa awal pandemi Covid-19 menyebar di Indonesia. Saat itu, belanja masyarakat terpukul dan menyebabkan ekonomi RI terkontraksi 5,32 persen.

Sisi permintaan yang mulai menguat ini terlihat dari permintaan kredit pada Juli 2020 tumbuh 1,53 persen.

Berdasarkan jenisnya, kredit investasi tumbuh 5,92 persen dan kredit konsumsi tumbuh 1,45 persen.

Sementara berdasarkan sektor, kredit pertambangan tumbuh 11,29 persen, konstruksi 3,08 persen, pertanian tumbuh 3,31 persen, dan 1,66 persen.

Baca juga: Kredit Perbankan Tumbuh 1,53 Persen pada Juli 2020, Ditopang Bank BUMN

Kiryanto bilang, kredit semakin tumbuh karena perusahaan manufaktur sudah terlihat belanja raw material atau bahan baku untuk meningkatkan produksinya

"Itulah sekarang kenapa angka PMI di atas 50 persen. Itu menberikan secercah harapan. Semakin disiplinnya masyarakat terhadap protokol kesehatan, protokol Covid-19, dibukanya ekonomi, maka sisi demand akan mulai terungkit dengan sendirinya dan kredit ke bank naik," papar Kiryanto.

Adapun untuk mengagregat sisi permintaan, imbuh Kiryanto, pemerintah pusat maupun Pemerintah daerah (Pemda) mesti mempercepat belanja.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Membuka Tabungan Emas Pegadaian, Syarat, Biaya, dan Kekurangannya

Cara Membuka Tabungan Emas Pegadaian, Syarat, Biaya, dan Kekurangannya

Spend Smart
Tarif Retribusi dan Pajak Daerah di Tangan Jokowi, Setoran ke Pemda Makin Seret?

Tarif Retribusi dan Pajak Daerah di Tangan Jokowi, Setoran ke Pemda Makin Seret?

Whats New
Kampus Vokasi Kementerian ESDM Buka Penerimaan Baru Untuk Lulusan SMA Sederajat

Kampus Vokasi Kementerian ESDM Buka Penerimaan Baru Untuk Lulusan SMA Sederajat

Rilis
Menhub Beri Lampu Hijau Sinarmas Bangun Stasiun Jatake

Menhub Beri Lampu Hijau Sinarmas Bangun Stasiun Jatake

Rilis
IHSG Menguat 0,27 Persen Dalam Sepekan, Ini Prediksi Untuk Pekan Depan

IHSG Menguat 0,27 Persen Dalam Sepekan, Ini Prediksi Untuk Pekan Depan

Whats New
Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Level Rp 923.000 per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Level Rp 923.000 per Gram

Whats New
Ini Jenis-jenis Pinjaman dan Bunga di Pegadaian Terbaru

Ini Jenis-jenis Pinjaman dan Bunga di Pegadaian Terbaru

Earn Smart
Aturan Baru Jokowi, Pemda Tak Bisa Asal Pungut Pajak dan Retribusi

Aturan Baru Jokowi, Pemda Tak Bisa Asal Pungut Pajak dan Retribusi

Whats New
Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 13 Ditutup Siang Ini

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 13 Ditutup Siang Ini

Whats New
[POPULER MONEY] Impor Beras Setelah Serukan Benci Produk Asing | Ribuan Alumni Kartu Prakerja Jadi Wirausaha

[POPULER MONEY] Impor Beras Setelah Serukan Benci Produk Asing | Ribuan Alumni Kartu Prakerja Jadi Wirausaha

Whats New
Pertamina Targetkan Kilang Hijau Cilacap Beroperasi Desember Tahun ini

Pertamina Targetkan Kilang Hijau Cilacap Beroperasi Desember Tahun ini

Rilis
Garuda Indonesia Buka Rute Penerbangan Khusus Kargo dari Surabaya ke Hongkong

Garuda Indonesia Buka Rute Penerbangan Khusus Kargo dari Surabaya ke Hongkong

Rilis
Berputar-putar 1 Jam, Lion Air Surabaya-Ambon Dialihkan ke Sorong

Berputar-putar 1 Jam, Lion Air Surabaya-Ambon Dialihkan ke Sorong

Whats New
Untung Rugi Jika Perusahaan Anda Go Public di BEI

Untung Rugi Jika Perusahaan Anda Go Public di BEI

Work Smart
Selain Perusahaan Bangkrut, Ini 6 Penyebab Karyawan Terkena PHK

Selain Perusahaan Bangkrut, Ini 6 Penyebab Karyawan Terkena PHK

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X