Harga Ayam Anjlok, Kementan Batasi Telur Tetas hingga Afkir Dini

Kompas.com - 02/09/2020, 15:41 WIB
Salah seorang peternak ayam sedang memberi makan di Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah. Kompas.com/Ari HimawanSalah seorang peternak ayam sedang memberi makan di Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian ( Kementan) bakal melakukan stabilisasi harga ayam hidup (livebird) yang sedang anjlok di tingkat peternak. Strateginya, menjaga stabilisas pasokan dengan pembatasan jumlah telur tetas dan afkir dini induk ayam.

Langkah tersebut dikuatkan dengan penerbitan Surat Edaran (SE) Dirjen PKH No. 09246T/SE/PK/230./F/08/2020 Tentang Pengurangan DOC FS Melalui Cutting HE Umur 18 Hari, Penyesuaian Setting HE dan Afkir Dini PS Tahun 2020.

"Seluruh perusahaan pembibit berkomitmen mematuhi pelaksanaan SE Dirjen PKH ini," ujar Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Nasrullah dalam keterangan resmi, Rabu (2/9/2020).

Baca juga: Fasilitas Pembiakan dan Penetasan Telur Ayam Diresmikan di Yogyakarta

Pengendalian pasokan melalui cutting hatching egg (HE) atau pembatasan jumlah umur tetas umur 18 hari dan pengurangan jumlah setting HE di mesin setter bakal mengurangi pasokan ayam usia sehari (day old chick/DOC) kelas final stock (FS) atau telur ayam ras pada bulan September-Oktober 2020.

Sementara dampak afkir dini ayam indukan (parent stock/PS) secara bertahap akan mengurangi supply DOC FS mulai bulan November-Desember 2020.

Dalam SE tersebut juga disebutkan kewajiban penyerapan ayam hidup dari internal dan eksternal perusahaan pembibit berdasarkan pangsa pasar.

Kementan mewajibkan penyerapan ayam hidup sekaligus diikuti pemotongan di Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dan penyimpanan di pendingin (cold storage).

Implikasi penerbitan SE Dirjen PKH ini diharapkan berdampak pada peningkatan pemotongan ayam hidup di RPHU dan penyimpanan di cold storage. Sehingga nantinya, bisa mengurangi pasokan ayam hidup di pasar becek.

"Maka secara bertahap harga livebird akan membaik di tingkat peternak," kata Nasrullah.

Adapun upaya jangka pendek yang saat ini sedang dilakukan, yaitu menjaga penjualan di antara perusahaan melalui mekanisme bergiliran (on off) yang dimulai sejak 31 Agustus 2020 sampai 17 September 2020.

Baca juga: China Hentikan Impor Ayam Asal AS, Kenapa?

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X