IHSG Ditutup Pada Zona Hijau, Rupiah Turun Tajam

Kompas.com - 02/09/2020, 16:11 WIB
Ilustrasi IHSG KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi IHSG

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) ditutup di zona hijau pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (2/9/2020). Berbeda dengan rupiah yang ditutup turun tajam sore ini.

Melansir data RTI, IHSG ditutup pada level 5.311,97 atau naik tipis 1,29 poin (0,02 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 5.310,67.

Sebanyak 225 saham melaju di zona hijau dan 206 saham di zona merah. Sedangkan 153 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 8,07 triliun dengan volume 14,72 miliar saham.

Baca juga: 6 Bulan Pandemi Covid-19, Bagaimana Dampaknya ke Pergerakan Saham di Indonesia?

Indeks Asia sebagian besar ditutup di zona merah, dengan penurunan indeks Strait Times 0,12 persen, indeks Hang Seng 0,26 persen, dan indeks Shanghai Komposit 0,17 persen. Sementara indeks Nikkei naik 0,47 persen.

Bursa saham Eropa sore ini dibuka positif, dengan kenaikan pada indeks FTSE 1,71 persen dan Xetra Dax 1,67 persen.

Sementara top gainers sore ini antara lain saham Adaro Energy (ADRO) yang naik 6,58 persen dengan harga per saham Rp 1.215.

Saham London Sumatera (LSPP) juga naik 5,5 persen dengan harga per saham Rp 1.055. Kemudian, saham Perusahaan Gas Negara (PGAS) juga berhasil naik 3,5 persen dengan harga per saham Rp 1.330.

Adapun top losers sore ini antara lain, saham Merdeka Copper Gold (MDKA) yang turun 1,93 persen dengan harga per saham Rp 1.780. Saham Tower Bersama (TBIG) juga turun 1,91 dengan harga per saham Rp 1.285. Kemudian, saham Charoen Pokphand (CPIN) juga turun 1,6 persen dengan harga per saham Rp 6.150.

Baca juga: Pagi Ini, IHSG Dibuka Melemah

Sementara itu, melansir Bloomberg rupiah sore ini melemah tajam pada level Rp 14.745 per dollar AS atau turun 1,18 persen (172 poin),dibanding penutupan sebelumnya Rp 14.573 per dollar AS.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelontorkan Rp 500 Miliar, JBio Bangun Pabrik Biofarmasi dan Vaksin Modern

Gelontorkan Rp 500 Miliar, JBio Bangun Pabrik Biofarmasi dan Vaksin Modern

Whats New
Begini Cara Pesan Vaksin Covid-19 secara Mandiri

Begini Cara Pesan Vaksin Covid-19 secara Mandiri

Whats New
Menimbang Untung Rugi Indonesia dalam Perjanjian Perdagangan Asean

Menimbang Untung Rugi Indonesia dalam Perjanjian Perdagangan Asean

Whats New
Ekonomi Digital Tumbuh di Tengah Pandemi, Kini Asia Tenggara Punya 12 Startup Unicorn

Ekonomi Digital Tumbuh di Tengah Pandemi, Kini Asia Tenggara Punya 12 Startup Unicorn

Whats New
Ini Pinjol yang Terdaftar dan Berizin di OJK Per November 2020

Ini Pinjol yang Terdaftar dan Berizin di OJK Per November 2020

Whats New
ADB Beri Pinjaman Rp 8,46 Triliun ke PLN

ADB Beri Pinjaman Rp 8,46 Triliun ke PLN

Whats New
Erick Thohir Beberkan Alasan Pemerintah Tidak Pilih Vaksin Covid-19 Pfizher dan Moderna

Erick Thohir Beberkan Alasan Pemerintah Tidak Pilih Vaksin Covid-19 Pfizher dan Moderna

Whats New
Antisipasi Wabah DBD selama Pandemi, Enesis Grup Berikan Bantuan untuk Masyarakat Jawa Barat

Antisipasi Wabah DBD selama Pandemi, Enesis Grup Berikan Bantuan untuk Masyarakat Jawa Barat

Rilis
Survei Kemnaker: 88 Persen Perusahaan Terdampak Pandemi Covid-19

Survei Kemnaker: 88 Persen Perusahaan Terdampak Pandemi Covid-19

Whats New
Bantu Pulihkan Ekonomi, PGN Salurkan Gas ke PT Pupuk Kujang Cikampek

Bantu Pulihkan Ekonomi, PGN Salurkan Gas ke PT Pupuk Kujang Cikampek

Whats New
Erick Thohir Sebut Ada Kelompok Masyarakat yang Menolak Divaksin Covid-19

Erick Thohir Sebut Ada Kelompok Masyarakat yang Menolak Divaksin Covid-19

Whats New
Erick Thohir: UU Cipta Kerja Lahir untuk Dobrak Stagnasi Perekonomian RI

Erick Thohir: UU Cipta Kerja Lahir untuk Dobrak Stagnasi Perekonomian RI

Whats New
Saat Pandemi, Suntikan Dana ke Sektor Digital RI Capai 2,8 Miliar Dollar AS

Saat Pandemi, Suntikan Dana ke Sektor Digital RI Capai 2,8 Miliar Dollar AS

Whats New
Erick Thohir: 2,56 Juta Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi Covid-19

Erick Thohir: 2,56 Juta Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi Covid-19

Whats New
Pemerintah Kantongi Rp 10 Triliun Hasil Lelang Sukuk Negara

Pemerintah Kantongi Rp 10 Triliun Hasil Lelang Sukuk Negara

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X