10 Juta Keluarga PKH Dapat Bansos Beras 30 Kilogram

Kompas.com - 02/09/2020, 20:59 WIB
Menteri Sosial Juliari Batubara saat mengunjungi korban tanah longsor di Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (6/7/2020). Menteri Sosial Juliari Batubara saat mengunjungi korban tanah longsor di Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (6/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah meluncurkan program bantuan sosial beras kepada 10 juta keluarga penerima manfaat ( KPM) program keluarga harapan (PKH) di seluruh Indonesia. Termasuk bagi keluarga petani yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Bansos tersebut merupakan bagian dari program pemulihan ekonomi nasional (PEN).  Setiap KPM menerima beras kualitas medium sebanyak 15 kilogram per bulannya sepanjang Agustus-Oktober 2020.

Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan, program bansos beras ini bertujuan mengurangi beban pengeluaran setiap KPM di seluruh Indonesia karena dampak pandemi Covid-19.

"Agar kebutuhan pangan beras bagi warga terkena dampak Covid-19 bisa terpenuhi dan tetap terjaga kesehatannya,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (2/9/2020).

Baca juga: Pemerintah Cairkan Bantuan Rp 500.000, untuk Apa?

Adapun penyaluran pada bansos pada bulan September 2020 ini sekaligus mencakup penyaluran bulan Agustus 2020. Sehingga pada periode ini setiap KPM menerima 30 kilogram beras sekaligus.

Sementara dalam penyaluran bansos selanjutnya pada Oktober 2020 setiap keluarga penerima manfaat masing-masing akan menerima beras sebanyak 15 kilogram.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, sebagai pihak yang ditugaskan pemerintah untuk menyalurkan bansos tersebut, ia memastikan kualitas dan kuantitas beras dari seluruh gudang-gudang Bulog di semua wilayah Indonesia akan terjamin baik sampai ke penerimanya.

Untuk itu, pengawasan dan pengendalian kualitas dan kuantitas jumlah beras Bulog akan terus dipantau.

"Setelah melewati petugas pengawas kualitas beras di gudang BULOG, selanjutnya akan diserahkan kepada jasa pengangkut/transporter yang telah ditunjuk oleh Kementerian Sosial RI untuk melakukan pendistribusiannya kepada keluarga penerima manfaat,” kata di,

Mantan Kepala Bareskrim Polri itu menambahkan, Bulog terus berupaya dalam membantu mengatasi dampak pandemi Covid-19. Seperti dengan penyediaan bahan makanan pokok, baik itu melalui operasi pasar untuk stabilisasi harga kebutuhan pokok di tingkat konsumen.

Maupun melalui program penyaluran Beras Bantuan Presiden bagi masyarakat terdampak Covid-19 di wilayah Jabodetabek pada bulan Mei dan Juni lalu secara cepat dan terkendali.

“Tugas pemenuhan pangan bagi masyarakat dengan harga yang terjangkau ini tentu membutuhkan sinergi semua pihak terkait, mulai dari pemda, para kepala dinas, ataupun pemangku kepentingan lainnya. Bagaiamana pun program ini harus berjalan sukses dan manfaatnya bisa dirasakan langsung dengan baik bagi penerimanya,” pungkas Budi.

Baca juga: Agustus 2020, Harga Beras Semua Kualitas Naik



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X