Kompas.com - 02/09/2020, 21:23 WIB
Rosan Roeslani saat diwawancarai media di Jakarta, Selasa (5/11/2019). KOMPAS.Com/ELSA CATRIANARosan Roeslani saat diwawancarai media di Jakarta, Selasa (5/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani menilai penyaluran dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) oleh pemerintah lambat.

Padahal, dana bantuan dari pemerintah tersebut sangat dibutuhkan para pengusaha dan masyarakat untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

“Implementasi dari kebijakan pemerintah yang memang sudah dicanangkan dan anggarannya sudah ada ini bisa dilaksanakan dengan cepat, tepat, transparansi, terbuka dan juga bisa dirasakan oleh tidak hanya para pekerja tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia yang ada,” ujar Rosan dalam konferensi pers virtual, Rabu (2/9/2020).

Baca juga: Erick Thohir: Program Subsidi Gaji untuk Karyawan Bisa Diperpanjang

Rosan menjelaskan, dari anggaran PEN sebesar Rp 695 triliun, saat ini baru tersalirkan sekitar 27 persen.

“Dan kalau dilihat terutama di sektor kesehatan, dan korporasi masih 0 persen,” kata Rosan.

Sementara itu, insentif untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) juga baru tersalurkan sekitar 14 persen. Padahal, kata Rosan, para pelaku UMKM sangat membutuhkan dana untuk bisa kembali memulai usahanya di tengah pandemi Covid-19 ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Padahal kita tahu, dunia usaha, UMKM, terdampak signifikan. Ibaratnya kalau orang haus, harus segera minum air, nah ini tidak, kenapa lambat, ini perlu ada penyempurnaan dari penyaluran stimulus,” ucap dia.

Rosan pun mengaku telah menyampaikan masukan ini kepada Erick Thohir. Dia yakin, dengan adanya komunikasi yang intens antara pelaku usaha dan pemerintah bisa mempercepat penyaluran program PEN ini.

“Insya Allah saya melihat dengan adanya komunikasi secara intens, secara reguler dan juga masukkan kami ini bisa diterima, kita harapkan implementasi yang selama ini merupakan suatu tantangan bisa berjalan dengan baik dan cepat,” ungkapnya.

Baca juga: 1.642 Hotel Tutup akibat Pandemi, Kadin: Kalau Mau Beli, Sekarang Lagi Murah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.