Kompas.com - 03/09/2020, 06:30 WIB
ilustrasi investasi FREEPIK/JCOMPilustrasi investasi

Adapun instrumen investasi yang dianggap Farash lebih tahan banting terhadap ancaman resesi ataupun krisis yakni obligasi dengan kupon tetap. "Ini karena saat resesi inflasi rendah sementara investor kuponnya tidak turun sehingga real yield-nya tidak turun atau bisa naik sedikit dan pastinya dapat diperkirakan," imbuh dia.

Untuk investasi emas, dia menilai prospeknya cukup sulit diprediksi karena harganya ditentukan oleh mekanisme pasar.

Ditambah lagi, secara teori kenaikan harga emas hanya naik sebatas tingkat inflasi global atau dalam jangka panjang real yield-nya bisa sangat rendah atau bahkan mendekati nol.

"Kalau ada preferensi yang risiko kredit dan likuiditasnya rendah, bisa ke SBN. Bahkan, sukuk ritel yang sedang launching dapat dipertimbangkan," pungkas dia.

 

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Siap-siap resesi, diversifikasi portofolio jadi solusi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.