Kompas.com - 03/09/2020, 07:50 WIB
Royke Tumilaar. KOMPAS.com/AMBARANIE NADIARoyke Tumilaar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah nama-nama di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melenggang ke kursi kepemimpinan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Tak tanggung-tanggung, ada 5 nama baru terpampang yang sebelumnya menjabat di posisi-posisi penting bank bersandi saham BMRI itu, termasuk sang mantan Direktur Utama Royke Tumilaar.

Nama-nama tersebut dipilih oleh para pemegang saham BNI usai menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) dengan agenda perubahan susunan direksi, Rabu (2/9/2020).

Baca juga: Direksi Dirombak, BNI Perkuat Segmen Korporasi

Nama-nama yang digeser ke BNI antara lain, mantan Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar, mantan Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Silvano Rumantir, dan mantan Senior Executive Vice President Wholesale Risk Bank Mandiri David Pirzada.

Selanjutnya, ada mantan Senior Vice President SME Banking Muhammad Iqbal, serta mantan Senior Vice President Strategy & Performance Management Bank Mandiri Novita Widya Anggraini.

Dengan masuknya beberapa nama baru, jajaran direksi dan komisaris BNI berubah sebagai berikut:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direksi

Direktur Utama: Royke Tumilaar*

Wakil Direktur Utama: Adi Sulistyowati

Direktur Corporate Banking: Silvano Winston Rumantir*

Direktur Bisnis UMKM dan Jaringan: M Iqbal*

Direktur Keuangan: Novita Widya Anggraini*

Direktur Manajemen Risiko: David Pirzada*

Direktur Layanan dan Jaringan: Ronny Venir*

Direktur Tresuri dan Internasional: Henry Panjaitan*

Direktur Human Capital dan Kepatuhan: Bob Tyasika Ananta

Direktur Bisnis Konsumer: Corina Leyla K.

Direktur Teknologi Informasi dan Operasi: Y B. Hariantono

Direktur Hubungan Kelembagaan: Sis Apik W

Komisaris 

Komisaris Utama/Komisaris Independen: Agus D Martowardojo

Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen: Pradjoto

Komisris Independen: Sigit Widyawan

Komisris Independen: Asmawi Syam

Komisris Independen: Septian Hario S

Komisris Independen: Imam Sugema

Komisaris: Joni Swastanto

Komisaris: Askolani

Komisaris: Ratih Nurdiati

Komisaris: Susyanto

Ungkapan Royke

Usai RUPS LB dilaksanakan, manajemen Bank Mandiri segera melangsungkan konferensi pers. Dalam konferensi, Royke merasa bangga diberi kesempatan untuk memimpin salah satu bank komersial paling tua di Indonesia.

Di BNI, Royke menduduki kursi Direktur Utama, menggantikan Herry Sidharta.

Baca juga: Royke Tumilaar Jadi Dirut BNI, Siapa Penggantinya di Bank Mandiri?

"Ini adalah suatu tugas, amanah yang diberikan pemegang saham, dalam hal ini Kementerian BUMN. Saya dikasih kesempatan dan ditugaskan memimpin bank yang punya sejarah panjang. Ini suatu yang membanggakan," kata Royke dalam konferensi video, Rabu (2/9/2020).

Sayang, dia belum bisa menjelaskan target spesifik apa yang akan dijalankannya di BNI. Namun yang jelas, pihaknya tidak akan banyak mengubah target yang sudah ditetapkan, utamanya di masa pandemi Covid-19.

Dia pun berkomitmen akan memperbaiki beberapa hal sehingga memenuhi ekspektasi para pemegang saham. Royke berharap, tim yang baru ini akan menjadi tim yang kompak, solid, dan bersinergi sehingga sesuai dengan yang diharapkan.

"Kami ingin membawa Bank BNI lebih baik lagi ke depan. Selama 32 tahun saya mengabdi di bank, banyak perkembangan dan transformasi yang terjadi. Ini jadi modal saya untuk melakukan transformasi di tempat baru. Mohon doa restu agar kita, direksi yang baru bisa solid," tuturnya.

Bawa bankir muda?

Selain Royke, Silvano Winston Rumantir yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri turut melenggang bersamanya.

Disebut-sebut, Silvano merupakan "orang bawaan" Royke untuk bersama-sama menduduki posisi penting di BNI.

Namun, hal itu dibantah oleh Royke. Pemilihan Silvano ke kursi direksi BNI sepenuhnya merupakan hak pemegang saham.

"Ini tentunya yang memutuskan Pak Silvano ikut pindah itu bukan saya, yang memutuskan adalah pemegang saham," jelasnya.

Royke menuturkan, didapuknya Silvano sebagai Direktur Corporate Banking tak lepas karena pengalaman bankir muda ini.

Baca juga: BNI Sudah Salurkan Subsidi Gaji Rp 1,09 Triliun

Tercatat, Silvano beberapa kali menduduki jabatan penting di Bank Mandiri, utamanya di segmen korporasi yang menjadi bisnis unggulan Bank Mandiri maupun BNI.

"BNI itu kurang lebih hampir sama dengan Bank Mandiri. Kekuatannya (core bisnis/bisnis utamanya) juga di korporasi. Dan Pak Silvano punya kekuatan di situ," paparnya.

Bankir muda ini sempat menjabat sebagai Senior Executive Vice President Corporate Banking sejak November sampai Desember 2019 dan sebagai Direktur Utama Mandiri Sekuritas sejak 2016 sampai 2019.

Kemudian, Silvano diangkat menjadi Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri dalam RUPS Luar Biasa pada 9 Desember 2019 bersamaan dengan pengangkatan Royke.

"Jadi dengan pengalaman seperti itu, saya rasa pemegang saham juga melihat bahwa Pak Silvano fit untuk menduduki jabatan sebagai Direktur Corporate Banking," ungkap Royke.

Posisi Dirut Mandiri kosong

Selepas Royke digeser ke tampuk kepemimpinan BNI, jabatan Direktur Utama Bank Mandiri kosong. Lantas, siapa yang menggantikan?

Sesuai ketentuan, Wakil Direktur Utama Hery Gunardi akan mengisi jabatan itu sementara waktu sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut.

Hery akan menggantikan tugas-tugas Royke sambil mempersiapkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank Mandiri.

"Nanti ada proses Pak Heri sebagai Plt Dirut harus proses dulu ke Komisaris, nanti kemudian ke pemegang saham untuk melaporkan persiapan RUPS," ucap Royke.

Adapun, pengganti posisinya akan ditentukan paling cepat sekitar akhir Oktober.

"Paling cepat Oktober akhir, cuma nanti ada proses," ungkapnya lagi.

Informasi saja, Royke diangkat menjadi Direktur Utama Bank Mandiri melalui RUPS Luar Biasa pada 9 Desember 2019.

Sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai Direktur Treasury, Financial Institution & Special Asset Management sejak tahun 2011 sampai 2015. Sebelum diangkat sebagai Direktur Utama, dia menjabat sebagai Direktur Corporate Banking sejak tahun 2015.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.