KILAS

Tingkatkan Profitabilitas, Telkom Fokus Garap Bisnis E-Commerce UMKM

Kompas.com - 03/09/2020, 08:53 WIB
Telkom Indonesia. DOK. TelkomTelkom Indonesia.

KOMPAS.com - Per 1 Oktober 2020, Telkom hanya akan fokus pada bisnis e-commerce segmen korporasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM). Hal ini dilakukan untuk mengembangkan bisnis e-commerce serta meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Untuk itu. Telkom per 1 September 2020nmenghentikan operasional e-commerce Blanja.com. Direktur Digital Business Telkom Fajrin Rasyid menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah bergabung dengan retail Blanja.com.

“TelkomGroup menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan masyarakat serta stakeholders terutama para pelaku bisnis di seluruh Indonesia, yang selama ini telah memanfaatkan fasilitas transaksi retail Blanja.com,” kata Fajrin, seperti dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/9/2020)

Selanjutnya, Blanja.com akan menyelesaikan hal-hal terkait penyelesaian kemitraan bisnis retail dengan menjamin kenyamanan dan hubungan baik dengan semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi contact center support@blanja.com.

Baca juga: Blanja.com Ditutup, Pengguna Diminta Tarik Dana dari Dompet Blanja

Ke depannya, Telkom akan mengembangkan dan menangkap peluang bisnis e-commerce di enterprise market atau transaksi Business to Business (B2B).

Untuk mewujudkan hal tersebut, saat ini Telkom bersama delapan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain aktif menjalankan inisiatif Kementerian BUMN dalam mendukung pemberdayaan UMKM, melalui pengembangan program Pasar Digital (PaDi) UMKM.

PaDi UMKM merupakan instrumen penggerak ekonomi lokal melalui pemanfaatan aplikasi digital, untuk mengembangkan bisnis dan ekosistem UMKM, meningkatkan daya saing bangsa, serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Tak hanya itu, Telkom juga tengah mendukung pengadaan barang dan jasa sekolah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) secara daring, melalui Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah).

Baca juga: Dorong Transparansi Dana BOS, Kemendikbud Luncurkan SIPLah

SIPLah dirancang untuk memanfaatkan sistem pasar daring (online marketplace) yang memiliki fitur tertentu, agar sekolah dapat merealisasikan rencana kerja anggaran, dan Kemendikbud dapat mengawasi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai ketentuan yang berlaku.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Spend Smart
Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Whats New
Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Whats New
Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Whats New
Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

Rilis
Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Whats New
Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Whats New
779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

Whats New
7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

Whats New
Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Whats New
Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Rilis
KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

Whats New
Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Whats New
Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X