Perkuat Ketahanan Pangan, Pupuk Kaltim Gandeng Bank Jateng

Kompas.com - 03/09/2020, 13:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menjalin sinergi dengan Bank Jateng guna memperkuat ketahanan pangan melalui penandatanganan nota kesepahaman terkait fasilitas permodalan dengan model kemitraan multipihak.

"Program ini merupakan salah satu bagian dari konsep agro solution Pupuk Kaltim, berupa kerjasama Closed Ecosystem Agro Solution di Jateng," kata Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi seperti diwartakan Antara, Kamis (3/9/2020).

Melalui kerja sama ini, Pupuk Kaltim yang juga anak usaha PT Pupuk Indonesia itu akan menjadi penyedia produk pupuk dan non pupuk sektor komersil.

Baca juga: Jelang Musim Tanam, Pupuk Kaltim Siapkan Urea Non-subsidi

Adapin Bank Jateng memberikan kemudahan akses kredit permodalan sektor pertanian, yang telah ditentukan indikatifnya melalui distributor/retailer/agen yang telah disetujui.

Kerja sama juga melibatkan Asuransi Jasindo, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian setempat, distributor dan offtaker (pabrik pakan ternak).

Selain kemudahan akses permodalan, petani juga akan dikenalkan praktik budidaya pertanian yang baik (good agricultural practices), melibatkan penggiat pemberdayaan masyarakat Prisma, sehingga hasil pertanian mampu mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani di daerah.

"Sinergi potensi antara Pupuk Kaltim dengan Bank Jateng, sebagai upaya mendukung Ketahanan Pangan Nasional melalui peningkatan kredit pembiayaan bagi petani, distributor, kios pertanian atau grain trader, baik dengan skema KUR atau skema kredit lainnya," tambah Rahmad.

Baca juga: Pupuk Kaltim Jalin Kemitraan Terpadu dengan Petani

Sebagai tindaklanjut kerja sama, program tersebut ditargetkan menjadi role model pertanian masyarakat untuk direplikasi ke wilayah lainnya di Jawa Tengah, sehingga keberadaan perusahaan dan bentuk kemitraan yang terjalin mampu menggerakkan sektor pertanian secara maksimal dan merata.

"Pupuk Kaltim hadir sebagai agro solution untuk menggerakkan sumber daya di sektor pertanian, meningkatkan produktivitas petani dengan hasil maksimal, sekaligus memberi pemahaman bahwa bertani itu bagian dari kegiatan bisnis," kata Rahmad.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.