Pabrik Jadi Klaster Covid-19, Erick Thohir Ingatkan Pengusaha

Kompas.com - 03/09/2020, 15:02 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020). Dok. Divisi Humas PolriMenteri BUMN Erick Thohir di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pabrik industri di beberapa daerah menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Menanggapi hal itu, Ketua Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir meminta para pemilik pabrik membantu pemerintah dalam menegakkan protokol kesehatan di dalam pabrik.

“Jadi, pemilik pabrik juga harus membantu pendisiplinan ini, tidak bisa semua tergantung ke pemerintah,” ujar Erick dalam konferensi pers virtual, Kamis (3/9/2020).

Baca juga: Anggaran Infrastruktur Lebih Tinggi dari Kesehatan, Faisal Basri Sentil Pemerintah

Bahkan, pria yang juga menjabat Menteri BUMN ini mengancam akan menutup suatu pabrik jika tak menerapkan protokol kesehatan.

“Kalau pemilik pabrik tidak sayang dengan karyawannya, yang mestinya tadi shift-nya bisa dibagi dua tetap jadi satu, hanya mengejar income. Nah, ini saya rasa konsekuensinya juga harus dipertimbangkan, bukan enggak mungkin ya pabriknya ditutup,” kata Erick.

Kendati begitu, Erick mengatakan, pemerintah tak akan lepas tangan dalam menekan penyebaran Covid-19. Salah satu upaya yang tengah dilakukan pemerintah, yakni penyediaan vaksin Covid-19.

Baca juga: Soal Vaksin Mandiri, Erick Thohir: Bukan Berarti yang Bayar Didahulukan

“Apakah kami hanya meminta pertolongan dari pemilik pabrik? Tidak. Karena itu, kita terus berupaya mencari solusi. Apa yang namanya vaksin, apa yang namanya terapi penyembuhan, yang kemarin bicara obat herbal, obat titik-titik. Obat apa pun selama bisa menolong rakyat ya alhamdulillah,” ucap dia.

Sebelumnya, sejumlah pabrik di Kabupaten Bekasi menjadi klaster penyebaran Covid-19 sejak fase kenormalan baru atau new normal dijalankan pemerintah.

Kasus Covid-19 muncul secara berurutan seusai pemerintah melonggarkan PSBB.

Sejak 8 Juli lalu, sebanyak 423 karyawan di lima pabrik industri di Kabupaten Bekasi terpapar Covid-19. Rata-rata mereka berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Baca juga: Bos BCA: Uang Dicuri Hacker, Akan Kami Ganti



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X