Pemulihan Ekonomi Masih Panjang, Fintech Peer to Peer Lending Bisa Jadi Andalan

Kompas.com - 03/09/2020, 15:04 WIB
Pengamat ekonomi yang juga Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri saat menjadi pembicara di acara Mandiri Investment Forum di Hotel Fairmount, Jakarta, Rabu (7/2/2018). KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDOPengamat ekonomi yang juga Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri saat menjadi pembicara di acara Mandiri Investment Forum di Hotel Fairmount, Jakarta, Rabu (7/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Penasehat AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia) Chatib Basri menilai teknologi finansial (fintech) dapat membantu industri UMKM bangkit ditengah kondisi pandemi Covid-19.

Menurut dia, fintech memiliki keunggulan dalam kecepatan di mana hal ini tidak diperoleh dari pinjaman konvensional.

“Situasi normal dan pandemi berbeda. Kalau mau memberikan pinjaman tanpa agunan (bisnis) harus punya scoring yang baik. Keunggulan fintech, tidak hanya melihat proyek saja, tetapi melihat berbagai indikator, bahkan tanpa agunan, sesuatu yang mungkin tidak mudah, dan prosesnya cepat,” kata Chatib dalam Seminar Nasional Fintech Lending dan PEN, Kamis (3/9/2020).

Baca juga: Riset: Fintech Peer to Peer Lending Dorong Pertumbuhan UKM

Chatib menilai, masalah klasik yang merupakan hal paling penting buat UMKM adalah akses. Dengan kondisi saat ini yang berbeda dari biasanya, inklusi keuangan merupakan hal yang cukup penting.

Menurut dia, kondisi pandemi yang memakan waktu cukup panjang, sudah pasti pemulihan akan berlangsung lama.

“Kalau bicara how to scale up, maka saya melihat, ada ruang untuk pengembangan. Apakah fintech dalam situasi seperti ini akan useful? Jawabannya iya, recovery pandemi butuh waktu panjang, aktivitas harus online,” jelas dia.

Menurut dia, dengan adanya akses ke digital maka akan sangat menolong sektor UMKM, terutama yang terdampak pandemi. 

Baca juga: Peran Fintech Dinilai Semakin Penting di Tengah Pandemi

Di sisi lain, masalah suku bunga yang tinggi juga tentunya perlu menjadi pembicaraan regulator.

“Tingkat bunga tinggi dan menambah skalanya, ini bisa dibahas enggak sama regulator? Karena fIntech eksisting sudah menolong, dan nanti bisa lebih menolong lagi,” ungkap dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X