Perekonomian Tengah Terpuruk, Penghapusan Premium dan Pertalite Perlu Ditunda?

Kompas.com - 03/09/2020, 19:30 WIB
Ilustrasi SPBU Pertamina. (Dok. Pertamina) Ilustrasi SPBU Pertamina.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite kembali santer dibicarakan oleh banyak pihak.

Rencana tersebut kembali mengemuka setelah Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati mengatakan, penyederhanaan produk BBM sejalan dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) No 20 Tahun 2019 yang mensyaratkan standar minimal RON 91.

Namun, dengan kondisi perekonomian nasional yang tengah mengalami perlambatan, apakah rencana tersebut perlu segera dilaksanakan?.

Baca juga: BLT UMKM Sudah Dicairkan ke Rekening 5,59 Juta Pengusaha Mikro

Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan mendukung kebijakan penyederhanaan BBM guna melaksanakan Permen LHK Nomor 20 Tahun 2017, yakni standar minimal ialah RON 91.

"Selain itu juga bicara soal energi bersih di mana kita sudah terikat dengan perjanjian Paris harus mengurangi emisi sebesar 29 persen pada 2030 yang akan datang," katanya kepada Kompas.com, Kamis (3/9/2020).

Kendati demikian, melihat kondisi perekonomian nasional yang tengah mengalami pukulan telak dari pandemi Covid-19, Mamit menilai, pemerintah dan juga Pertamina perlu mengkaji ulang rencana tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang terdampak karena Covid-19 ini. Masyarakat kita saya kira belum sepenuhnya siap untuk itu," ujarnya.

Baca juga: Faisal Basri Soal Revisi UU BI: Masalah di Kementerian, Moneter Diobok-obok

Oleh karenanya, untuk saat ini Mamit meminta kepada Pertamina melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat.

Apabila nantinya Premium dan Pertalite dihapuskan, Mamit menyebutkan, pemerintah bisa memberikan subsidi terlebih dahulu agar dapat membantu masyarakat membeli BBM RON 91.

"Jika memang perlu, ke depan BBM RON tinggi ini harus di berikan subsidi setidaknya bisa mengurangi beban masyarakat," ucapnya.

Baca juga: Pemerintah akan Lakukan Peralihan dari Premium ke Pertalite secara Bertahap

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.