Pertamina Dinilai Perlu Selesaikan Pembangunan Kilang Sebelum Hapus Premium dan Pertalite

Kompas.com - 03/09/2020, 21:30 WIB
Ilustrasi SPBU Pertamina. KOMPAS/HERU SRI KUMOROIlustrasi SPBU Pertamina.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) berencana menghapus bahan bakar minyak (BBMN) dengan nilai oktan (Research Octane Number/RON) 91 ke bawah, yakni RON 88 (Premium) dan RON 90 (Pertalite).

Namun, Pertamina dinilai perlu menyelesaikan proyek-proyek kilang minyaknya terlebih dahulu sebelum melaksanakan rencana tersebut.

Pasalnya, kilang yang dimiliki Pertamina saat ini rata-rata hanya mampu menghasilkan BBM Euro II atau di bawah standar yang ditentukan pemerintah, yakni Euro IV atau RON 91.

"Saya kira benar bahwa Pertamina secara infrastruktur masih belum terlalu siap," kata Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan, kepada Kompas.com, Kamis (3/9/2020).

Baca juga: Pekan Depan Pemerintah Lelang 7 Seri SUN, Simak Rinciannya

Oleh karenanya, Mamit mendorong Pertamina untuk segera menyelesaikan program-program pembangunan kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) dan Grass Root Refinery (GRR). Dengan demikian, perusahaan pelat merah tersebut mampu memproduksi BBM dengan RON tinggi.

"Selain itu juga Pertamina sudah selesai menyelesaikan program RFCC (Residual Fluid Catalytic Cracking) di Cilacap di mana bisa meningkatkan kapasitas produksi pertamax Pertamina menjadi 1,6 juta barel minyak per bulan," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, sejumlah anggota Komisi VII DPR RI menyoroti rencana pemerintah menghapus BBM RON 88 atau Premium dan RON 90 atau Pertalite.

Baca juga: Punya Visi Produksi 1 Juta Barel, Ini Strategi SKK Migas untuk Tingkatkan Cadangan Migas Nasional

Rencana yang diusung guna melaksanakan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 20 Tahun 2017 tentang Penetapan Bahan Bakar Standar Euro 4 itu disebut berpotensi memberatkan neraca impor minyak nasional.

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDIP, Dony Oekon, mempertanyakan kemampuan Pertamina dalam memproduksi BBM dengan RON 91 atau lebih.

Menurut dia, saat ini Pertamina masih belum mampu memproduksi BBM nilai oktan 91 ke atas dengan jumlah besar guna memenuhi kebutuhan pasar.

"Jangan sampai kita harus impor lagi, mengikuti keputusan LHK tapi kita blm siap, Pertamina belum siap dan harus impor," ujarnya, dalam gelaran Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI, Rabu (2/9/2020)

Baca juga: Perekonomian Tengah Terpuruk, Penghapusan Premium dan Pertalite Perlu Ditunda?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.