Pabrik Jadi Klaster, Apindo Soroti Risiko Penularan Covid-19 di Transportasi Umum

Kompas.com - 04/09/2020, 17:58 WIB
Ilustrasi: Sejumlah angkutan umum Mikrolet berhenti di Terminal Kampung Melayu, Jakarta berapa waktu lalu. ANTARA/Reza FitriyantoIlustrasi: Sejumlah angkutan umum Mikrolet berhenti di Terminal Kampung Melayu, Jakarta berapa waktu lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyoroti transportasi umum yang berpotensi menjadi tempat penularan Covid-19. Hal ini mengingat masih banyak pekerja yang mengandalkan transportasi umum sebagai alat perjalanan menuju lokasi kerja.

Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani menyatakan, banyak kondisi di luar pabrik yang bisa menjadi peluang untuk para pekerja tertular. Sehingga, menurutnya persoalan klaster Covid-19 bukan hanya mengenai di dalam pabrik.

"Sebenarnya masalah utama bukan klaster di pabrik saja, tapi para pekerja banyak yang masih menggunakan transportasi massal, serta lingkungan dan aktivitas di luar kantor juga bisa menjadi kendala," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (4/9/2020).

Baca juga: Pabrik Jadi Klaster Covid-19, Pengusaha Minta Pemerintah Hati-hati Beri Sanksi

Shinta mengklaim, di dalam wilayah pabrik sendiri telah diterapkan protokol kesehatan yang ketat, terutama bagi pabrik yang berada di kawasan industri.

Penerapan protokol kesehatan dilakukan mulai dari pengecekan suhu para pekerja saat masuk wilayah pabrik, penggunaan disinfektan, penggunaan masker, hingga penerapan cuci tangan secara rutin.

Tak hanya itu, Shinta menyakini, kalau batasan 50 persen pekerja juga sudah dilakukan oleh para pengusaha. Begitupula dengan penerapan jaga jarak antar pekerja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Selain protokol yang sudah biasa dilakukan, juga dilakukan rapid test secara regular, makanya langsung ketahuan kalau ada yang terdampak," kata dia.

Sebelumnya, sejumlah pabrik di beberapa daerah menjadi klaster baru penyebaran Covid-19, seiring diterapkannya fase kenormalan baru (new normal) oleh pemerintah.

Seperti di Kabupaten Bekasi, sejak 8 Juli 2020 lalu, sudah sebanyak 423 karyawan di lima pabrik industri di wilayah ini terpapar Covid-19. Rata-rata mereka berstatus orang tanpa gejala.

Selain itu, klaster penularan Covid-19 juga terjadi di Kota Semarang pada tiga perusahaan, terdiri dari yang bergerak di industri garmen, migas, dan juga ada BUMN. Sekitar 99 persen orang dari klaster tersebut berstatus sebagai orang tanpa gejala.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.