Menkop Teten: Kita Harus Menyetop Impor Barang-barang Konsumsi

Kompas.com - 04/09/2020, 19:00 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki  dalam acara Percepatan Perputaran Ekonomi Lokal, Launching Bela Pengadaan dan Laman UMKM serta Pasar Digital UMKM secara virtual,  Senin (17/8/2020). DOKUMENTASI HUMAS KEMENKOP UKMMenteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Percepatan Perputaran Ekonomi Lokal, Launching Bela Pengadaan dan Laman UMKM serta Pasar Digital UMKM secara virtual, Senin (17/8/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki meminta aktivitas impor terhadap barang-barang konsumsi dihentikan.

Sebab menurut dia, cara itu bisa menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah permintaan produk-produk UMKM yang saat ini terpukul akibat pandemi Covid-19.

"Kita tahu sekarang daya jual untuk produk-produk UMKM sangat sedikit dan kalau kita lihat pasar yang paling besar adalah konsumsi masyarakat," ujarnya saat diskusi virtual bertajuk Bantuan UMKM, Sudah Efektifkah?, Jumat (4/9/2020).

"Kita bangun kesadaran solidaritas mereka supaya belanja produk UMKM dan produk lokal, kita juga harus menyetop impor barang-barang konsumsi," sambungnya.

Baca juga: Soal Revisi UU BI, Sri Mulyani: Pemerintah Belum Bahas RUU Inisiatif DPR Itu...

Teten yakin cara ini cukup efektif dilakukan dan merupakan salah satu kekuatan untuk menggenjot penyerapan produk-produk UMKM.

Selain itu, Teten bilang di kementerian lain pun, seperti di Kementerian BUMN, pihaknya sudah melakukan kolaborasi untuk mengembangkan pasar digital BUMN, dengan produk-produk yang dijual didapatkan dari para UMKM.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pak Erick (Menteri BUMN) sudah MoU dengan kami, belanja BUMN yang besarnya di bawah Rp 14 miliar diperuntukkan untuk UMKM," ucapnya.

Dia mengakui memang saat ini baru 9 BUMN saja yang sudah siap dengan rencana ini. Namun, dia optimistis secara bertahap BUMN yang lainnya akan menyusul dan setuju dengan rencana ini.

Baca juga: Pabrik Jadi Klaster Sebaran Covid-19, Begini Instruksi Menaker

Tak hanya itu, Teten menambahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah mendorong realisasi kebijakan ini. Bahkan Presiden sudah menggelontorkan dana Rp 307 triliun dari anggaran belanja 2020, untuk digunakan membeli produk-produk UMKM.

"Kami sekarang dalam proses percepatan, supaya kementerian dan lembaga mau menyerap produk-produk UMKM. Kami juga sudah bekerja sama dengan LKPP untuk menyiapkan UMKM untuk segera mendaftarkan produknya di e-katalog LKPP," ungkapnya.

Dia juga berharap dengan masuknya produk-produk UMKM ke e-katalog LKPP, penyerapan produk UMKM bisa lebih cepat dan tidak harus dari tender.

Baca juga: Luhut: Covid-19 Sangat Menakutkan bagi Semua Orang, tetapi Berkah bagi Kami...



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semester I 2021, OCBC NISP Catat Laba Bersih Rp 1,5 Triliun

Semester I 2021, OCBC NISP Catat Laba Bersih Rp 1,5 Triliun

Whats New
Sesuai Passion, Begini Cara Daina Koh Chandra Menjaga Semangat Bekerja

Sesuai Passion, Begini Cara Daina Koh Chandra Menjaga Semangat Bekerja

Work Smart
Konsumsi Merangkak Naik, Ekonomi AS Tumbuh 6,5 Persen di Kuartal II

Konsumsi Merangkak Naik, Ekonomi AS Tumbuh 6,5 Persen di Kuartal II

Whats New
Aturan Sudah Rampung, Bantuan Subsidi Gaji Rp 1 Juta Segera Cair

Aturan Sudah Rampung, Bantuan Subsidi Gaji Rp 1 Juta Segera Cair

Whats New
Kemenaker: 10 Juta Pekerjaan Baru yang Belum Pernah Ada Akan Muncul pada 2030

Kemenaker: 10 Juta Pekerjaan Baru yang Belum Pernah Ada Akan Muncul pada 2030

Whats New
PT Honda Prospect Motor Buka Lowongan untuk Lulusan SMA Sederajat, Tertarik?

PT Honda Prospect Motor Buka Lowongan untuk Lulusan SMA Sederajat, Tertarik?

Whats New
Seluruh Kantor Cabang Bank Mandiri di Aceh Berhenti Beroperasi Mulai Hari ini

Seluruh Kantor Cabang Bank Mandiri di Aceh Berhenti Beroperasi Mulai Hari ini

Whats New
Perusahaan Pembiayaan Bisa Dicabut Izinnya Jika Debt Collector Tak Kantongi Sertifikat Profesi

Perusahaan Pembiayaan Bisa Dicabut Izinnya Jika Debt Collector Tak Kantongi Sertifikat Profesi

Whats New
Subsidi Listrik Pelanggan 450-900 VA Diperpanjang Sampai Desember

Subsidi Listrik Pelanggan 450-900 VA Diperpanjang Sampai Desember

Whats New
Banyak Perusahaan Asuransi Ajukan Izin Produk untuk Cover Covid-19

Banyak Perusahaan Asuransi Ajukan Izin Produk untuk Cover Covid-19

Whats New
Ada Proyek Kereta Cepat, Jasa Marga Akan Lakukan Pengalihan Lalu Lintas

Ada Proyek Kereta Cepat, Jasa Marga Akan Lakukan Pengalihan Lalu Lintas

Rilis
Ini Perbandingan Passing Grade SKD CPNS 2021 dengan 2020

Ini Perbandingan Passing Grade SKD CPNS 2021 dengan 2020

Whats New
Luhut Sebut Hyundai Bakal Pasok Oksigen untuk Kebutuhan Medis

Luhut Sebut Hyundai Bakal Pasok Oksigen untuk Kebutuhan Medis

Whats New
Ini Daftar Lengkap Passing Grade CPNS 2021

Ini Daftar Lengkap Passing Grade CPNS 2021

Whats New
Kemenaker Ungkap Tiga Tantangan dalam Transformasi Ketenagakerjaan

Kemenaker Ungkap Tiga Tantangan dalam Transformasi Ketenagakerjaan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X