Air Diplomacy: Mengelola Aerodrome Antar Bangsa (International Airport)

Kompas.com - 05/09/2020, 11:57 WIB
Calon penumpang pesawat berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta,Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Meski penerbangan telah kembali dibuka dengan persyaratan  seperti penumpang harus dengan memiliki hasil rapid atau PCR test negatif COVID-19, suasana di Bandara Soekarno Hatta masih terpantau sepi ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRACalon penumpang pesawat berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta,Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Meski penerbangan telah kembali dibuka dengan persyaratan seperti penumpang harus dengan memiliki hasil rapid atau PCR test negatif COVID-19, suasana di Bandara Soekarno Hatta masih terpantau sepi

BELAKANGAN ini muncul pembicaraan tentang berapa jumlah international airport atau Aerodrome Antar Bangsa yang selayaknya dikelola untuk sebuah negara dalam hal ini khususnya negara Indonesia.

Sebelum masuk dalam pembicaraan pada topik menarik tersebut, mari kita teliti beberapa catatan pendahuluan sebagai berikut.

Pandemi Covid 19 yang mulai muncul di Wuhan dan secara masif menyebar cepat ke seluruh dunia, adalah berkat terselenggaranya “Air Connection” yang difasilitasi penerbangan internasional berbagai maskapai penerbangan yang menggunakan pesawat terbang modern canggih dan hi-tech.

Baca juga: Kemenhub Bahas Status 8 Bandara Internasional untuk Diubah Jadi Domestik

Sebagai respon pertama yang dilakukan banyak negara adalah tindakan pencegahan yang dianggap paling ampuh yaitu “lockdown” dalam hal ini terutama menutup bandara internasional bagi penerbangan antar bangsa terutama dari negara asal dan dari negara yang terdampak Covid-19.

Akibat logis dari lockdown adalah arus pergerakan penumpang turun drastis terutama penerbangan internasional.

Sebagai dampak ikutan dari hal tersebut, maka penerbangan kargo dan penerbangan charter tidak banyak terpengaruh, bahkan pada titik tertentu justru meningkat.

Dengan diberlakukannya protokol kesehatan yang meluas di seluruh dunia, maka pemeriksaan orang dan barang keluar masuk sebuah negara di bandara internasional mengalami perubahan drastis, yaitu melalui berbagai prosedur tambahan yang memperketat lalu lalang penumpang antar negara.

Demikianlah, maka mekanisme perjalanan penumpang antar bangsa berubah sekaligus turun drastis dalam konteks upaya pemerintah mencegah meluasnya penyebaran virus Covid-19.

Baca juga: Penataan Kembali Penerbangan Nasional Pascapandemi Covid-19

Sekarang mari kita bahas tentang bandara internasion, yang sejatinya adalah berfungsi sebagai “pintu masuk” atau “entry gate” sebuah negara. Itu sebabnya maka bandara internasional idealnya terletak di wilayah terluar atau pada kawasan sekitar perbatasan negara.

Dengan berbagai permasalahan, maka banyak bandara internasional yang justru letaknya jauh di daerah atau kawasan yang masuk ke dalam wilayah teritorial negara.

Dengan kondisi yang seperti itu, maka salah satu persyaratan sebuah bandara internasional adalah harus tersedianya pelayanan CIQ, Customs, Immigration and Quarantine.

Di manapun letak sebuah bandara internasional, dekat perbatasan atau masuk kedalam wilayah negara dia pasti akan tetap diberlakukan sebagai “batas” sebuah negara.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masuki Libur Panjang, IHSG Naik Tipis dalam Sepekan

Masuki Libur Panjang, IHSG Naik Tipis dalam Sepekan

Whats New
Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Spend Smart
LPS Ungkap Tekanan Likuiditas Mulai Hilang, Ini Indikatornya

LPS Ungkap Tekanan Likuiditas Mulai Hilang, Ini Indikatornya

Whats New
Jokowi Borong Vaksin Covid-19 yang Belum Lolos Uji Klinis, Ini Kata Sri Mulyani

Jokowi Borong Vaksin Covid-19 yang Belum Lolos Uji Klinis, Ini Kata Sri Mulyani

Whats New
Ini Jadwal Pencairan BLT BPJS Ketenagakerjaan Gelombang 2 ke Rekening

Ini Jadwal Pencairan BLT BPJS Ketenagakerjaan Gelombang 2 ke Rekening

Whats New
Sri Mulyani Tegaskan Pengadaan Vaksin Covid-19 di RI Gunakan Standar Internasional

Sri Mulyani Tegaskan Pengadaan Vaksin Covid-19 di RI Gunakan Standar Internasional

Whats New
Cadangan Batu Bara Capai 24,75 Miliar Ton pada 2040, Dirjen Minerba: Ini Belum Cukup

Cadangan Batu Bara Capai 24,75 Miliar Ton pada 2040, Dirjen Minerba: Ini Belum Cukup

Whats New
REI Sebut Temuan Vaksin Pengaruhi Penjualan Properti

REI Sebut Temuan Vaksin Pengaruhi Penjualan Properti

Whats New
OJK Yakin Sektor Jasa Keuangan Kian Membaik pada Akhir Tahun

OJK Yakin Sektor Jasa Keuangan Kian Membaik pada Akhir Tahun

Whats New
Tak Dapat BLT UMKM, Ini Tips Mengembangkan Usaha lewat Tren

Tak Dapat BLT UMKM, Ini Tips Mengembangkan Usaha lewat Tren

Whats New
Sudah Akhir Oktober, Kapan Subsidi Gaji Termin II Ditransfer?

Sudah Akhir Oktober, Kapan Subsidi Gaji Termin II Ditransfer?

Whats New
Ini Masalah Rekening Bank yang Buat Pekerja Gagal Terima Subsidi Gaji

Ini Masalah Rekening Bank yang Buat Pekerja Gagal Terima Subsidi Gaji

Whats New
BLT UMKM Rp 2,4 Juta Diperpanjang, Ini Jumlah Target Penerimanya

BLT UMKM Rp 2,4 Juta Diperpanjang, Ini Jumlah Target Penerimanya

Whats New
Kementerian BUMN Cari 1.000 Putra-Putri Papua untuk Bekerja di BUMN

Kementerian BUMN Cari 1.000 Putra-Putri Papua untuk Bekerja di BUMN

Whats New
Jaga Kinerja Ekspor Non Migas, Mendag: Salah Satunya dengan Mengatur Impor Barang Konsumsi

Jaga Kinerja Ekspor Non Migas, Mendag: Salah Satunya dengan Mengatur Impor Barang Konsumsi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X