KILAS

Kementan Dorong Petani Subang Ikut Asuransi untuk Jaga Lahan Pertanian

Kompas.com - 05/09/2020, 13:16 WIB
Ilustrasi gunung - Pemandangan Gunung Ciremai dan persawahan. SHUTTERSTOCK / BABAN SOBARUDINIlustrasi gunung - Pemandangan Gunung Ciremai dan persawahan.
Penulis Nana Triana
|

 

KOMPAS.com –  Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo kembali menekankan pentingnya petani mengikuti asuransi pertanian. Hal ini untuk meminimalisasi kerugian akibat gagal panen.

Potensi gagal panen yang dapat menyebabkan kerugian itu antara lain banjir, kekeringan, perubahan iklim, dan serangan hama.

Contohnya saja potensi gagal panen yang terjadi di 6 desa Kecamatan Blanakan, Subang, Jawa Barat. Lahan pertanian seluas 560 hektare mengalami kekeringan akibat kemarau panjang yang sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Program Kerja Kementerian Pertanian Dinilai Tepat Sasaran

Mentan mengatakan, perubahan cuaca memang kerap membuat pertanian terganggu. Kondisi seperti ini harus diantisipasi sejak awal agar petani tidak mengalami kerugian.

“Langkah antisipatif yang bisa diambil adalah mendaftarkan lahan pertanian ke asuransi. Dengan begitu, petani tetap tidak mengalami kerugian,” ucap Menteri Syahrul Yasin Limpo dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (5/9/2020).

Melindungi petani dari kerugian

Terkait potensi kekeringan di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kementerian Pertanian melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) mengimbau petani setempat untuk memanfaatkan asuransi pertanian.

Direktur Jenderal PSP Kementan Sarwo Edhy menjelaskan, dengan adanya asuransi, petani akan mendapatkan penggantian atau klaim dari asuransi bila terjadi gagal panen. Dengan begitu, petani justru bisa mempersiapkan diri untuk bisa melakukan tanam lagi.

Asuransi bisa membuat petani beraktivitas dengan tenang. Sebab, asuransi merupakan salah satu komponen dalam manajemen usaha tani untuk mitigasi risiko bila terjadi gagal panen. Dengan adanya asuransi, perbankan lebih percaya dalam menyalurkan kreditnya,” terangnya.

Baca juga: Kementerian Pertanian Utus Tim Cek Ratusan Babi di Sikka Mati Mendadak

Adapun premi yang harus dibayar untuk Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) adalah Rp 180.000 per hektare per masa tanam.

Dengan premi sebesar itu, nilai pertanggungan yang didapat Rp 6.000.000 per ha per masa tanam. Pertanggungan ini akan melindungi petani dari serangan hama, penyakit, banjir, dan kekeringan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X