Kompas.com - 07/09/2020, 10:21 WIB
. SHUTTERSTOCK.

Jika cerita kamu tidak menunjukkan contoh spesifik bagaimana caranya si pelamar mengidentifikasi dan memperbaiki masalah, manajer perekrutan akan menganggap kamu membosankan. Mereka akan mencatat kamu sebagai orang baik, namun tidak ada keterampilan yang terlihat.

Oleh karena itu, pertimbangkan terlebih dahulu pertanyaan apa yang akan keluar saat wawancara, dan luangkan waktu untuk menyiapkan jawaban menarik yang akan membuat pewawancara tetap terlibat.

Misalnya, coba pikirkan kisah kehidupan nyata dari riwayat pekerjaan masa lalu saat kamu menghadapi tantangan dan harus melakukan sesuatu yang cerdas atau tidak biasa untuk menyelesaikannya.

Pikirkan saat-saat ketika kamu paling stres, atau kisah pertempuran yang kamu ceritakan kepada teman dan keluarga. Ingat tanggal dan detailnya. Jelaskan menjadi beberapa kalimat.

Jelaskan cerita tersebut dengan nilai yang ingin kamu tunjukan dan berikan pada posisi baru di perusahaan tersebut. Berlatihlah menceritakan kisah kamu sebelum wawancara.

Rilekslah dan jangan lupa menjadi dirisendiri.

Baca juga: 5 Tips Cepat Bebas dari Kartu Kredit, Bukan Mustahil

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.