Kompas.com - 07/09/2020, 10:21 WIB
. SHUTTERSTOCK.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tingginya tingkat pengangguran dan mengikuti wawancara kerja via daring di era normal baru tampaknya bisa menjadi momen menegangkan.

Tapi seperti bentuk berbicara di depan umum lainnya, mempersiapkan wawancara berarti memikirkan apa yang diinginkan pewawancara Anda, yakni melihat kandidat menarik yang dapat dengan jelas mengartikulasikan kemampuan mereka untuk menyelesaikan pekerjaan.

Kepala Akuisisi Bakat Global Phil Haynes mengatakan, hanya sedikit orang yang mempunyai cara bagus apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam wawancara kerja via video.

Dia telah mewawancarai ribuan kandidat, dan melihat ada beberapa kesalahan yang dilakukan oleh kandidat.

Baca juga: Bank Indonesia Buka Lowongan Kerja, Simak Syaratnya di Sini

Untuk itu, dia membagikan 4 kesalahan paling menjengkelkan yang membuat calon karyawan tak menarik untuk dipertimbangkan. Berikut ini kesalahan-kesalahannya.

1. Terlalu gelisah dan banyak mengintip ponsel

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagi kamu yang hendak melakukan wawancara via daring, Haynes menyarankan untuk tidak gelisah dan mengintip ponsel terus-menerus.

"Jangan gelisah. Saat wawancara langsung, jangan pernah melihat ponsel kamu. Ini bukan perilaku yang kamu tunjukkan dalam kehidupan nyata. Jadi kami mengingatkan orang bahwa wawancara video masih wawancara tatap muka," kata Haynes mengutip CNBC, Senin (7/9/2020).

Kiat lainnya, kamu perlu menghidupkan suasana, baik saat berbicara maupun saat mendengarkan. Tunjukkan bahwa kamu mendengarkan pewawancara dengan bahasa tubuh kamu.

Caranya adalah mengangguk bila perlu, condongkan tubuh ke depan, tersenyum dengan tulus, dan pertahankan gerakan seminimal mungkin.

Baca juga: Catat, 8 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Wawancara Kerja

2. Gerakan mata naik-turun melintasi layar komputer.

Dalam melakukan panggilan video, mata kita memiliki kecenderungan melihat ke bawah sedikit. Sebab dalam wawancara video, mata melihat ke layar, bukan kamera. Tak apa, tapi setidaknya berusahalah menjaga kontak mata.

Beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk berlatih adalah, menatap kamera dan berpura-pura bahwa kamera itu orang. Biasakanlah diri untuk tak terlalu banyak melihat diri-sendiri selama rapat.

Mengapa? Karena kamu akan fokus memperbaiki letak kacamata, rambut, atau posisi kamu, sementara orang lain akan memperhatikan gerak-gerik kamu.

“Jika kamu melihat diri kamu sendiri, kamu akan menyesuaikan kacamata, rambut, posisimu. Tanpa pandangan-diri itu, kamu akan lebih cenderung berfokus pada siapa pun yang berbicara," tuturnya.

Baca juga: Dipanggil Wawancara Kerja Secara Virtual, Ini 5 Tips Suksesnya

3. Terlihat khawatir dan terganggu

Haynes mengatakan, wawancara via daring selama pandemi membuat proses wawancara menjadi lebih jujur. Cobalah untuk tidak terlalu khawatir ataupun terganggu terhadap apa yang tidak bisa kamu kendalikan, seperti tangisan bayi, suara motor berjalan, maupun suara anjing yang melolong.

"Sejak Maret, saya telah melihat banyak hal. Ada orang yang melakukan wawancara dengan anak berusia dua tahun di pangkuannya. Unsur manusia mengalir begitu saja. Mereka benar-benar meningkatkan kemampuan kami untuk menilai dan melihat orang yang sebenarnya,” kata Haynes.

“Orang-orang dapat bersantai di dapur atau ruang tamu dengan cara yang tidak dapat dilakukan saat mereka wawancara dengan jas dan dasi, tas kerja, ataupun kepribadian bisnisnya," sambungnya.

Baca juga: Jangan Asal, Ini Tips Jelaskan Alasan Resign Saat Wawancara Kerja

4. Memberikan jawaban yang membosankan dan tidak antusias.

Jika cerita kamu tidak menunjukkan contoh spesifik bagaimana caranya si pelamar mengidentifikasi dan memperbaiki masalah, manajer perekrutan akan menganggap kamu membosankan. Mereka akan mencatat kamu sebagai orang baik, namun tidak ada keterampilan yang terlihat.

Oleh karena itu, pertimbangkan terlebih dahulu pertanyaan apa yang akan keluar saat wawancara, dan luangkan waktu untuk menyiapkan jawaban menarik yang akan membuat pewawancara tetap terlibat.

Misalnya, coba pikirkan kisah kehidupan nyata dari riwayat pekerjaan masa lalu saat kamu menghadapi tantangan dan harus melakukan sesuatu yang cerdas atau tidak biasa untuk menyelesaikannya.

Pikirkan saat-saat ketika kamu paling stres, atau kisah pertempuran yang kamu ceritakan kepada teman dan keluarga. Ingat tanggal dan detailnya. Jelaskan menjadi beberapa kalimat.

Jelaskan cerita tersebut dengan nilai yang ingin kamu tunjukan dan berikan pada posisi baru di perusahaan tersebut. Berlatihlah menceritakan kisah kamu sebelum wawancara.

Rilekslah dan jangan lupa menjadi dirisendiri.

Baca juga: 5 Tips Cepat Bebas dari Kartu Kredit, Bukan Mustahil



Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.